berita2.com (Jombang, Jawa Timur): Tak dapt dipungkiri tragedi bencana Tsunami yang menimpa negeri matahari terbit –julukan untuk negara Jepang- pada 11 Maret 2011 terbilang sangat besar dan memakan korban puluhan ribu nyawa manusia dan ribuan korban luka-luka. Namun, berkah dirasakan oleh 18 alumni dari SMK PGRI 1 Jombang yang sudah sejak 3 tahun bekerja di Perusahaan Maruwa Corporation yang berada di Provinsi Nagoya, Jepang, yang selamat dari bencana alam yang teramat dahsyat tersebut.
Belakangan diketahui para alumni SMK PGRI 1 Jombang memang jauh dari lokasi bencana yang terpusat di Sendai, wilayah Timur Laut Jepang. ”Ada 18 alumni SMK PGRI Jombang yang bekerja disana (Jepang, Red). Semuanya perempuan, dan alhambdulillah kesemuanya selamat dan lolos dari Tsunami,” kata Sugito, Kepala Sekolah SMK PGRI 1 Jombang, Senin 4 April 2011.
Ketika bencana Tsunami terjadi, masih Sugito, kita sempat khawatir dengan nasib para alumni yang bekerja disana. “Sebelum sempat mencari informasi. Telepon Genggam saya waktu itu berbunyi, dan ada yang menginformasikan kepada saya tentang keadaan dari para alumni yang bekerja di Jepang, yang kesemuanya dalam kondisi selamat,” ucapnya penuh syukur.
Ditambahkannya, Eva Badriyah (22) salah satu alumni sempat pulang ke Indonesia dan mampir ke sekolah, sebelum akhirnya kembali lagi ke negeri Bunga Sakura, karena kontrak kerjanya ditambah lagi. “Kurang lebih 2-3 bulan yang lalu Eva kesini, dan memberi foto kegiatan para alumni yang sekarang bekerja di Jepang,” tuturnya.
Hal yang senada disampaikan oleh Devy, Guru SMK PGRI 1 yang menangani Bursa Kerja Khusus (BKK) di sekolah tempat dulu Eva Badritah dan teman-temannya mengenyam ilmu. “Saya sangat khawatir ketika bencana itu terjadi, Mas. Sempat juga mencari informasi tentang keadaan meraka. Tapi, alhamdulilla
semua aman, karena tidak mudah juga untuk dapat bekerja di Jepang. Mereka semua bisa kerja di Jepang juga karena seleksi,” ujarnya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya