berita2.com (Jombang, Jawa Timur): Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Perak, seringkali dilanda banjir, meskipun curah hujan yang turun tidak begitu deras. Namun, beberapa hari ini Intensitas hujan tinggi mengguyur kota santri, tentu saja mengakibatkan sekolah yang terletak disebelah barat Kabupaten Jombang ini lagi-lagi terkena banjir.
Dalam satu tahun, sekolah ini mengalami banjir sampai tujuh kali. Hal ini disebabkan karena tanah sekolahan tersebut lebih rendah dari tanah sekitarnya. Ditambah lagi, sebelah utara terdapat sungai.
Salah satu guru kelas, Sunarsih menjelaskan, akibat banjir, terpaksa murid kelas 1 dan 2 dipulangkan sebelum waktunya. Ia beralasan, saat jam istirahat, mereka selalu bermain air. Tidak hanya di halaman yang tergenang air sampai 50 senti meter, mereka juga bermain di sungai yang tidak jauh dari halaman sekolah.
"Saya khawatir kalau sedang bermain di sungai sampai menyebabkan celaka pada anak-anak. Lebih baik saya pulangkan, kalau terjadi apa-apa siapa yang bertanggung jawab. Meskipun sungai itu tidak besar, tapi kalau seperti ini arusnya besar dan dalam. Ini untuk antisipasi terjadinya bahaya terhadap anak-anak" terang pria berkacamata ini, Sabtu (2 April 2011).
Ia menambahkan, akibat genangan air hujan tersebut, proses belajar-mengajar jelas terganggu. Debit air yang masuk ke dalam ruang sekolah sampai mencapai 30 senti meter. "Pada saat pembelajaran sedang berlangsung kami tidak bisa konsentrasi penuh, karena terganggu oleh air hujan yang masuk," katanya resah.
Akibat dari banjir, tidak hanya meresahkan guru dan murid SDN Perak 2. Zainal (51), petugas kebersihan di sekolah tersebut juga harus bekerja ekstra. Karena hujan turun cukup lebat, sore hari sebelumnya, malam harinya ia terpaksa tidak tidur untuk menjaga sekolah. Ia ditugaskan oleh sekolah untuk mengantisipasi barang inventaris sekolah dari bahaya banjir.
"Tadi malam (Jumat, 1 April, Red), saya menyelamatkan barang-barang sekolah yang ada di bawah. Kalau tidak dipindah, barang-barang seperti komputer, buku dan lainnya pasti terkena air," ucap Zainal.
Meski tiga ruang baru direhab, genangan air tidak dapat dihindari. Dari pantauan, air setinggi sekitar 10 senti meter tersebut menggenangi ruangan. Sementara, lima ruangan yang belum direhab, tampak air yang masuk lebih tinggi, sekitar 30 senti meter. Para siswa saat istirahat secara bergotong-royong membersihkan air yang meluap ke ruang tempat mereka belajar.
Kemal (9), salah satu murid mengatakan, kalau bisa banjir yang selalu menghampiri sekolahnya untuk segera dicarikan solusinya. "Di sekolah kami kalau hujan turun begitu lebat mesti banjir. Kami berharap ada perbaikan di sekolah, agar tidak terjadi lagi banjir yang terus menerus seperti ini," ucap Kemal berharap, di sela melakukan bersih-bersih bersama sejumlah teman sekolahnya yang lain.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya