berita2.com (Bojonegopro, Jawa Timur): Pemkab Bojonegoro makin dibikin sibuk seiring meluasnya banjir akibat permukaan Bengawan Solo yang terus naik.
Selain fokus di titik tanggul Desa Simbatan, Kecamatan Kanor, yang sehari sebelumnya ambrol hingga 10 meter, para petugas mulai disiagakan untuk mengoperasikan pintu-pintu air yang ada pompanya.
Sebanyak lima pompa disiapkan, 3 di kawasan Kota Bojonegoro karena memang berada tak jauh dari bibir Bengawan Solo. Di kawasan kota sendiri ada tiga anak yang membelah sepanjang Kelurahan Ledok, Karang Rejo dan Kelurahan Banjarejo. Sementara dua pompa lainnya disiagakan di tepian kota. Saat ini seluruh pompa sudah berfungsi dengan baik.
Selain menggenangi hampir separoh pemukiman di Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro, banjir juga sudah meluber dan menenggelamkan hamparan tanaman padi di Kecamatan Padangan, Purwosari, Kalitidu, Kecamatan Kota, Kapas, Balen, Kanor dan Kecamatan Baureno.
Pantauan berita2.com di papan duga Taman Bengawan Solo (TBS) hingga pukul 15.00 WIB, Jumat (25/3) sore, kembali menunjukkan tren peningkatan setelah Kamis (24/3) malam, mulai turun.
Pada papan duga TBS, menunjukkan angka 14.37 philscale. Ini lebih tinggi dari pada saat terjadi banjir di beberapa daerah di Bojonegoro sehari sebelumnya. Tingginya debit air ini akibat hujan yang terus mengguyur dan kiriman air di daerah hulu sungai.
"Sejak Jumat (25/3) dinihari volume air kembali meningkat dan memasuki siaga dua," jelas Kepala Badan Penanggulanngan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Kasiyanto.
Selain BPBD, pihak Bakorwil Bojonegoro juga terus melakukan pemantauan. Jika terjadi banjir sewaktu-waktu, kepanjangan tangan Gubernur Jatim itu bersiap mengirimkan sejumlah bantaun dan penanangan terhadap para korban banjir. Ini mengingat ketinggian air terus mengalami peningkatan.
Dengan begitu Kabupaten Bojonegoro kini tengah mewaspadai banjir kiriman dari hulu Bengawan Solo yang berada di Kabupaten Ngawi dan Madiun. Karena hingga sejauh ini, air masih dalam perjalanan dari Dungus ke Ngawi selama enam jam. Kemudian dari Karang Nongko ke Bojonegoro sekitar 15 jam.
"Diperkirakan kiriman air dari hulu sampai di Bojonegoro sekitar pukul 21.00 WIB," imbuh Kasiyanto.
Kondisi cuaca di Bojonegoro sendiri fluktuatif, kadang terang kadang mendung. Setiap malam hujan, dan ini membuat warga yang tinggal di bantaran Bengawan Solo mulai panik. (mif)