berita2.com (Malang, Jawa Timur): Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang dan PKL (Pedagang Kaki Lima) melakukan demo didepan gedung Rektorat UB. Dalam aksi tersebut beberapa buruh melakukan aksi teatrikal di depan gedung rektorat. Tidak hanya itu, mereka juga membawa rombong yang diatasnya ada anak-anak mereka. Di belakang rombong, ratusan mahasiswa mengikuti aksi tersebut.
Di depan rektorat, Wilmar Ibni Wisdan, selaku koordinator Aksi melakukan orasi. Dalam orasinya, dia menyampaikan beberapa tuntutan kepada pihak rektorat selaku pemegang kebijakan dan yang mengeluarkan Surat Edaran penggusuran PKL.
"Para dosen, rektor dan mahasiswa juga butuh makan. Sama dengan nasib PKL. Karenanya, Sangat tidak adil kalau pihak rektorat membuat kebijakan akan menggusur PKL yang ada di dalam UB,” teriaknya lantang.
Selain Filmar, orasi juga dilakukan Ketua Paguyuban PKL UB, yakni Sisnoto. Dia menyampaikan, bagaimana pihak reltorat bersikap adil. “Kami PKL ini Sangay butuh keadilan dari piha rektorat. Kalau kami akan digusur, memohon ada relokasi,” harapnya.
Sejas puluhan tahun lalu hingga sekarang, PKL yang ada sudah memenuhi permintaan pihak UB. Yakni bagaimana PKL agar menjaga keindahan, kebersihan dan keamanan. “Karenanya, kami datang kesini hanya minta agar Surat Edaran yang menyatakan PKL harus pindah karena akan digusur, ditinjau lagi bahkan kami memnta agar dijabut,” katanya.
Tak lama sestela melakukan orasi, pihak perwakilan dari PKL terus meminta untuk bertemu dengan pihak rektorat. Namun, hingga beberapa jam, tak juga ada perwakilan dari rektorat yang berkenan menemuinya.
Agar apa yang dilakukan PKL dan mahasiswa menemukan titik terang berbagai negosiasi dilakukan agar pihak rektorat menemui dan menjabat tuntutan PKL tersebut.
Akhirnya, upaya demikian, terkabulkan. Ada perwakilan rektorat yang menemuinya. Yakni, Pembantu Rektor (PR) III, Ainur Rosyid. Di depan puluhan PKL dan mahasiswa kampus setempat, yang ikut serta mengawal aksi itu, Ainur Rosyid menyampaikan, pihaknya tidak bisa mencabut Surat Edaran yang telah diterima PKL itu. Namun, mulai hari ini, PKL tetap diperkenankan berjualan ditempat semula.
Sementara menurut Kepala Humas UB, Susanti mengatakan bahwa hari Senin (21 Maret) akan diadakan dialog antara pihak UB dengan mahasiswa dan PKL. Dalam dialog nanti, akan dibicarakan lebih lanjut, bagaimana kejelasan PKL itu. ”Sebelum melakukan dialog nanti, kami meminta pihak PKL mengonsep sebaik mungkin apa yang diinginkan. Bagaimana bentuk PKL kedepan. Materinya harus disiapkan untuk dibicarakan dalam dialog bersama rektorat nanti,” jelasnya. (heri)