berita2.com (Malang, Jawa Timur): Peningkatan target pemasukan parkir di tahun 2011 ini mau tidak mau membuat Dinas Perhubungan Kota Malang harus berpikir lebih efektif.
Berbagai wacana dan program dilakukan Dinas Perhubungan. Salah satunya adalah dengan melakukan pembinaan juru parkir dan melakukan sertifikasi jukir. Pelatihan untuk juru parkir juga akan dilakukan termasuk syarat juru parkir minimal berijazah SMP.
Wacana Dinas Perhubungan akan menerapkan karcis parkir pra bayar juga akan dilakukan. Penerapan ini tinggal menunggu perda kata M. Yusuf, Kepala Dinas Perhubungan kota Malang. Dari sekitar 500 sampai 600 titik parkir yang ada di kota Malang, titik parkir sebanyak itu tentu merupakan problem tersendiri karena belum ditambah banyaknya parkir liar yang lolos dari pantauan.
Hitungan matematis, titik sebanyak itu pasti akan memberikan kontribusi yang besar bagi Dinas Perhubungan. Dinas Perhubungan kota Malang juga lagi getol-getolnya memerangi parkir yang nakal. Parkir yang nakal seperti menarik biaya parkir diatas ketentuan dan tidak menggunakan karcis yang ditentukan akan dikenai tipiring.
Mobil tipiring disiapkan dan siap memantau cara-cara parkir yang nakal. Namun demikian dari pantauan berita2.com di lapangan setidaknya masih banyak parkir liar dan nakal yang tidak terpantau oleh petugas Dinas Perhubungan.
Masyarakat banyak yang mengeluh dengan kenyataan seperti ini. Di sekitar pasar besar Malang misalnya, masih banyak yang menggunakan karcis yang tidak sebagaimana mestinya. Dan kecenderungan adanya permainan petugas Dinas Perhubungan dengan jukir masih sangat perlu untuk dipantau dan dicermati. (heri)