berita2.com (Jombang, Jawa Timur): Dewasa ini jumlah pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Jombang terus meningkat, dan diprediksi akan terus bertambah. Begitu pula jumlah tenaga pendidik yang tertarik untuk berkiprah di dunia mengajar untuk anak, ini.
Namun, jika hal itu dibiarkan terus berkembang tanpa ada kesiapan, baik dari pendidik atau pemilik PAUD, tentunya akan sangat mengkhawatirkan bagi perkembangan pendidikan anak-anak, karena masa anak-anak adalah masa emas yang harus bisa diprioritaskan.
Pasalnya, menurut kepala bidang pendidikan non formal dinas pendidikan kab. Jombang, Sudarmadji mengatakan, problem utama dari program PAUD adalah pada tenaga pengajar. Banyak dari para pengajar di PAUD saat ini kurang paham tentang dunia mengajar dan tentang PAUD itu sendiri.
“Banyak dari pengajar di PAUD adalah lulusan SMA, bukannya kita mengesampingkan itu. Tapi, apakah mereka mampu? Karena PAUD adalah jenjang yang paling penting dalam pendidikan. Jika kita salah, maka akan sulit sekali seorang anak bisa diubah, terutama dalam hal materi pendidikan yang diajarkan,” jelas Sudarmadji, Senin 31 Januari 2011.
Untuk itu, pelatihan dan sosialisasi pun telah dilakukan oleh dinas pendidikan Jombang. Namun, pemerintah dalam hal ini juga harus memikirkan dan menyiapkan pendidik paud berikut dengan karir mereka. “Banyak dari penyelenggara PAUD dan pengajar kurang paham tentang PAUD, tentu saja hal itu mengkhawatirkan,” tambahnya.
Ia berharap, segera ada aturan tentang sertifikasi guru PAUD, karena selam ini belum diatur dalam UU. “Harus ada persyaratan dari menteri atau aturan yang mengatur tentang pendidik PAUD, demi kualitas pendidikan dan pengajar di PAUD,” harapnya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya