berita2.com (Malang): Ditengah kondisi pasar properti yang kian bagus, bahan-bahan bangunan juga tengah bersaing ketat. Untuk dapat merebut pasar, tentu membutuhkan strategi pasar yang terencana dan terkonsep dengan matang.
PT. Putra Prima Sentosa, sebagai produsen asbes dan board (pengganti triplek) ternyata mampu merebut pasar di sebagian Jawa bahkan Indonesia Timur seperti Bali dan Lombok. Dengan kapasitas produksi 8000 lembar perhari, maka layak asbes dengan merk Adimas mampu bersaing dengan produsen-produsen besar semacam Bakri, Jabesmen, Atrisco.
“Untuk asbes kami bisa memproduksi 200.000 lembar perbulan. Omzet penjualan selama tahun 2010, kami stabil saja dan mampu memperoleh omzet 3,7 milyar perbulan” kata Rofiq Budiyanto, Manajer Operasional PT. Putra Prima Sentosa.
Rofiq juga mengatakan, untuk bahan baku selama 2010 tidak ada masalah yang berarti. “Tidak kenaikan harga bahan baku, masih stabil” jelas Rofiq. Dengan harga perlembar asbes 18.600 dan harga board perlembar 38.000, diharapkan pada tahun 2011 ada kenaikan omzet sekitar 10 persen.
Selain produksi asbes, PT. Putra Prima Sentosa juga memproduksi Board dengan merk Shica Board. “Potensi yang bagus sebagai bahan pengganti triplek. Shica board lebih tahan lama dan tentunya harga lebih murah dari triplek” terang Rofiq.
Tentu sangat beralasan, kalau mengingat bahan baku triplek yang dari kayu semakin sulit didapatkan dengan harga yang murah. Shica board juga dapat dipakai untuk eternit rumah.
“Sicha board lebih irit, ukurannya lebih lebar dari ukuran eternit yang 1 X 1 m. Ukuran shica board 120 X 240 m, jadi tidaklah berlebihan apabila jangka panjangnya shica board menjadi pilihan masyarakat” pungkas Rofiq kepada berita2.com. (heri)