berita2.com (Malang): Sudah jatuh tertimpa tangga. Begitu mungkin kalimat yang layak disandang Poniman (60), salah satu Napi Lowokwaru Kelas 1 Malang yang tinggal di Blok 17. Ia ditemukan tewas gantung diri di tempat wudhu Masjid Attaubah Lapas setempat.
Dari penelusuran berita2.com, korban ditemukan tewas pada Rabu 29 Desember 2010, sekira pukul 16.00 WIB. Sayang, hingga berita ini ditulis, pihak LP enggan untuk berkomentar ke media. Kepala Lapas Lowokwaru Kelas 1 Malang H Wibowo Djoko Harjoko saat dihubungi via telepon sedang tidak aktif.
Sementara itu, menurut sumber berita2.com di lingkungan Mapolresta Malang, korban adalah warga Desa Gajahrejo Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang. Kronologis kejadian, awal yang mengetahui kondisi korban itu adalah Muhammad Norkholis, salah satu petugas Lapas setempat, yang saat itu sedang berjaga di pintu masuk depan masuk Lapas.
”M Kholis itu mendapat telepon dari salah satu petugas Lapas Lowokwaru bahwa ada napi yang bunuh diri di tempat wudhu di masjid. Lalu dia mendatangi TKP. Ternyata benar memang ada seorang napi yang gantung diri,” kata pria yang enggan disebutkan namanya itu, Kamis 30 Desember 2010.
Setelah kejadian tersebut, pihak Lapas langsung melaporkan ke Polresta Malang. Pelapornya atas nama I Nyoman A (40), Staf Kepala Lapas Lowokwaru Malang. Ia tinggal di Jl Asahan 07 Kota Malang. Menurut keterangan I Nyoman di kepolisian, korban diketahui sudah dalam kondisi tewas gantung diri.
”Gantung dirinya, menggunakan sarung warna hijau kombinasi biru kotak-kota yang diikatkan ke leher korban pada kran tempat wudhu Masjid Attaubah itu. Saat gantung diri itu, kondisi korban sudah dalam kondisi setengah congkok," paparnya.
Diduga bunuh diri dilakukan karena korban memiliki banyak utang. ”Korban itu sebenarnya sudah hampir bebas. Informasinya tinggal 8 hari lagi sudah keluar tahanan. Kasus korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT),” katanya.
Walaupun korban sudah hampir bebas kata pria yang berseragam petugas Lapas Lowokwaru itu, mungkin tak tahan menanggung utang. ”Makanya dia nekat gantung diri. Sekarang sudah ditangani Polresta Malang kok. Silakan tanya ke Polresta,” pintanya. (heri)