berita2.com (Jombang): Polres Jombang terus berupaya meningkatkan keamanan dan kesiagaan para anggota kepolisian di wilayah Kabupaten Jombang, setelah terjadi penembakan yang menewaskan 3 anggota kepolisian di Polsek hamparan Perak, Medan, Sumatra Utara, oleh sekelompok orang yang diduga teroris, beberapa hari yang lalu.
Hal ini disampaikan langsung oleh AKBP Samudi, ketika ditemui di Pendopo Pemkab Jombang, Sabtu (25/9/2010). Selain itu, Polres Jombang juga melakukan beberapa langkah keamanan, diantaranya memperketat penjagaan yang ada di Polres Jombang dengan menerapkan sistem keluar masuk satu pintu. “Saat ini kita terapkan sistem keluar masuk satu pintu untuk setiap tamu yang datang dan pergi ke Polres Jombang. Selain itu, pemeriksaan juga lebih diperketat lagi.”
Sebelumnya, Kapolres Jombang AKBP Samudi, juga telah melakukan pengecekan terhadap senjata organik yang ada di Polres Jombang, baik itu yang ada Polsek atau yang dipegang langsung oleh anggota Polisi, semua diperiksa, untuk memastikan kondisi dan kesiapan. Tak hanya itu, personil yang ada di Polsek yang ada di wilayah Polres Jombang juga ditambah. “Sebelumnya ada 3 personil pada tiap waktu penjagaan, sekarang ditingkatkan menjadi 6-7 personil,” katanya.
Ditambahkannya, kemanan obyek vital pun juga diperketat, seperti Bank, Toko Emas dan Pegadaian, terutama ada hari Jum’at, Sabtu dan Minggu. Arus keluar masuk diperbatasan Kabupaten Jombang dengan Kabupaten lain juga diperketat, serta senantiasa menjalin dan meningkatkan komunikasi dengan Polres setempat, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. “Tetap waspada, dan selalu kontak dengan Polres Mojokerto, Nganjuk dan lainnya,” tegasnya.
Tak lupa, Ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat yang ada di kabupaten Jombang untuk tetap selalu waspada dan menjaga diri, keluarga, saudara dan lingkungan. Jika ada sesuatu atau aktivitas orang atau sekumpulan yang mencurigakan atau tidak biasa, harap segera melapor. “Jika ada hal yang mencurigakan atau tidak biasa, segera laporkan. Terutama untuk penduduk yang baru pindah rumah atau kontrak. Yang pasti apapun yang mencurigakan, segera laporkan,” tambahnya.
Meskipun, tambahnya, belum ada gerakan atau aktivitas yang mencurigakan di Jombang, langkah ini sangat perlu diambil untuk mengantisipasi semua kemungkinan sejak dini.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya