berita2.com (Jombang): Sebanyak 480 personil di siagakan dalam rangka mengamankan Operasi Ketupat 2010 di Kabupaten Jombang. Dari 480 personil tersebut, diantaranya terdiri dari berbagai unsur, yakni: Polri, Dishub, Dinkes, Kodim, Rapi, Banser dan Pol PP, yang kesemuanya mempunyai tugas masing-masing dalam rangka memberikan kenyamanan, keamanan dan kelancaran pemudik.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kapolres Jombang, AKBP Samudi, melalui Kasatlantas Jombang, AKP Ari Wibowo, yang menerangkan tentang kesiapan Polres Jombang dalam menjalankan operasi ketupat.
“Ada 13 Pos Pam yang disiapkan. 8 diantaranya pos tetap, sedangkan 5 diantaranya merupakan pos pantau tambahan, serta ditambah dengan pos gabungan antara Polres Nganjuk, Kediri dan Jombang yang terletak di Wilayah Mangkreng, Kec. Bandar Kedung Mulyo (BKM),” katanya, Sabtu, (4/09/2010) siang.
Lokasi rawan kemacetan, tambahnya, terletak di daerah Mojoagung dan Brak'an, masing- masing dikarenakan jembatan yang menyempit dan penyempitan jalan di jembatan. Untuk itu, lanjutnya, telah disiapkan jalur alternatif yang ada di kawasan simpang tiga Mojotrisno dan Simpang Empat Gambiran, ini adalah jalur alternatif untuk wilayah timur, sedangkan untuk wilayah sebelah barat kota Jombang, jalur alternatif melalui simpang empat di Jl. KH. Wahid Hasyim dan Simpang Tiga Jati Pelem.
“Selain itu pengendara juga akan di beri leaflet yang berisi himbauan saat mudik, serta berbagai aturan keselamatan. Sebanyak 2000 leaflet telah disiapkan dan akan dibagikan pada pengendara ditiap-tiap pintu masuk Kota Jombang, selain itu, ada 300 lembar banner dan spanduk yang berisi himbauan kepada pengendara yang akan terpasang di lokasi-lokasi yang strategis,” jelas pria asal Jakarta, ini.
Untuk daerah rawan kecelakaan, sambungnya, terletak didaerah Gambiran, Perak dan BKM. Hal itu disebabkan karena di daerah tersebut memiliki anatomi jalan yang lurus, sehingga memungkinkan pengendara untuk memacu laju kendaraaannya.
Namun, sampai saat ini arus kendaraan pada H-6 belum menunjukkan peningkatan arus lalu lintas, baik dari kendaraan roda empat atau dua. Menurut informasi, kepadatan arus lalu lintas diperkirakan terjadi pada H-3 – H-1.
“Bukan hanya di Jalan Raya, antisipasi keamanan terhadap terjadinya kriminalitas juga terus dilakukan, terutama di lokasi yang terdapat obyek-obyek vital, seperti Bank, toko emas dan pasar. Tak lupa himbauan juga sudah disampaikan kepada Camat dan Kepala Desa yang di Kabupaten Jombang, agar menutup jalur masuk kampung dan meningkatkan keamanan daerah masing-masing saat mudik,” pungkasnya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
































