berita2.com (Sumenep): Masyarakat yang tergabung dalam Yayasan Tanah Leluluhur (YTL) Sumenep kembali melakukan aksi. Aksi kali ini dilakukan warga dengan mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep. (19/8/2010)
Aksi dimulai sekitar jam, 09.00 WIB. Massa yang berjumlah ratusan orang ini, mengepung gedung DPRD Kabupaten Sumenep. Aksi massa ini sempat ricuh. Massa memaksa menerobos masuk pintu yang dijaga petugas kepolisian. Aksi saling dorong antara petugas dan massa pun tak bisa dihindari. Meski pada akhirnya, petugas berhasil meredam emosi massa.
Masrawi, kordiator aksi mengatakan aksi tersebut menuntut DPRD Sumenep bisa merekomendasikan agar PT Garam menghentikan garapan lahan garam. Penghentian garapan terutama di lahan baru. Yaitu, di desa Nambakor, Kebun dapap dan Pinggir Papas Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Sementara Abrori Mannan, ketua Komisi A DPRD Sumenep menyetujui desakan tersebut. Komisi A akan berkordinasi dengan PT Garam untuk menghentikan garapan lahan garam tersebut sampai persoalan sengketa lahan tersebut selesai.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya


















