berita2.com (Jombang): Ratusan Jamaah Korban Pembangunan Tol (JKPT) Mojokerto-Kertosono mengepung kantor PN (Pengadilan Negeri) setempat, Senin (9/8/2010) siang. Aksi ini mereka lakukan lantaran belum ada kejelasan tentang harga tanah mereka yang terkena lintasan jalan tol. Karena selama ini harga yang ditetapkan oleh P2T, menurut JKPT terlalu rendah. Mereka menolak menjual aset tanahnya untuk jalan tol tersebut, dengan alasan harga yang sudah ditetapkan tidak manusiawi.
Sebelum meneriakkan yel-yelnya, mereka memulai aksinya di depan pendopo Kabupaten Jombang. Setelah itu mereka bergerak ke halaman kantor pemkab dan kantor PN. Dalam aksinya, mereka juga menurunkan kesenian bantengan lengkap dengan peralatan gamelan.
Para pendemo juga melakukan orasi secara bergantian. "Kami tidak terima jika tanah kami hanya dihargai Rp 50 ribu per meter. Nasib kami tidak di tangan hakim. Juga bukan ditentukan palu hakim," teriak Syamsul Rizal, salah satu orator .
Untuk mengantisipasi adanya anarkis yang dilakukan para pendemo, ratusan polisi bersiaga di halaman kantor PN. Jajaran polisi dari Resor Jombang itu memblokade pintu gerbang kantor PN yang beralamat di Jalan Wahid Hasyim tersebut.
Tidak hanya berorasi secara bergantian, ratusan massa juga mengusung spanduk dan poster yang bernada menghujat. Salah satunya adalah 'Harga Tanah = Harga Sempak (celana dalam) Bupati Jombang'. Selain itu juga terdapat tulisan 'Turunkan Bupati Jombang'.
"Harga yang diberikan oleh P2T (Panitia Pembebasan Tanah) terlalu rendah. Apalagi, sebelum penentuan harga tersebut kami tidak pernah diajak koordinasi. P2T dan bupati sewenang-wenang terhadap rakyat kecil," kata Hariyanto Muspito, pendemo yang lain.
Di depan pintu gerbang PN, mereka mencoba masuk dan menggelar dialog dengan Ketua PN. Namun, keinginan massa itu tidak berhasil, karena petugas dari Polres setempat langsung mengahadang. Sempat terjadi aksi dorong antar dua belah pihak.
Tidak sampai terjadi bentrok, ketegangan itu mereda setelah koordinator aksi, Syamsul Rizal, mengambil jalan tengah. Ia selanjutnya mendelegasikan 15 perwakilan untuk melakukan dialog dengan Ketua PN.
Setelah berdialog JKPT mengakhiri aksi demo dengan membaca doa bersama di tengah jalan di depan kantor PN, dengan harapan semua perjuangan dan harapan mereka terkabul. (SD)
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya