berita2.com ( Situbondo, Jawa Timur ): Proses evakuasi 13 pendaki yang tersesat di Gunung Argopuro memakan waktu lebih lama dari perkiraan. Karena medan yang dilalui berbatu dan licin, Tim SAR Gabungan BPBD Situbondo kesulitan melakukan evakuasi para pendaki, ditambah kondisi ketiga belas pendaki sudah sangat lemah.
Untuk mempercepat proses evakuasi, Tim SAR dibantu MotoTrail Fansclub mengangkut para pendaki satu persatu dengan menggunakan motor trail dari pos Batu Ngambang menuju Pos Baderan yang berjarak sekitar 5 km. Tim medis disiagakan di Posko Tim SAR di desa Baderan untuk mememberikan pertolongan pertama terhadap para korban.

Dua pendaki pertama tiba di posko sekitar pukul 18.30 WIB pada Minggu malam (5/2/2012). Selanjutnya satu-persatu mereka dievakuasi dengan menggunakan kendaraan yang sama. 4 diantaranya langsung dinaikkan ke mobil pick up yang sudah disiapkan. Proses evakuasi baru selesai secara keseluruhan pada pukul 22.00 WIB. Ketiga belas pendaki langsung mendapat perawatan tim medis di Posko BPBD di Baderan.
Sementara itu, keluarga pada korban sudah menunggu kedatangan mereka di rumah Kades Baderan. Berikut nama-nama para pendaki yang berhasil dievakuasi dengan selamat oleh Tim SAR Gabungan : Taufik, Maliq, Abayn, Saiful, Badrut Taman, Nasi Hasan, Rizky Firmansyah, Hasrul Anwar, Sutri, Zaini, Andi, Rosi Murtado dan Izaz Syufi (Institut Agama Islam Nurul Jadid) ; Arief dan Indah Sofi (Universitas Bondowoso).

Setelah mendapat perawatan medis, kelima belas pendaki dibawa keluarga mereka ke Ponpes Nurul Jadid, dan selanjutnya dipulangkan ke rumah masing-masing. Menurut salah satu keluarga korban Indah Sofi mengaku sangat bersyukur anak perempuannya telah berhasil dievakuasi Tim SAR dengan selamat meski kondisinya lemah.
Kepala BPBD Situbondo Zainul Arifin ketika ditemui di posko Baderan menjelaskan proses evakuasi korban sedikit tersendat karena disamping medan yang dilalui berbatu dan licin, juga kondisi para pendaki sudah sangat lemah.” Kami harus menggunakan motor trail untuk mengangkut mereka ( 13 pendaki-red) dari pos Batu Ngambang,” ujar Zainul “Alhamdulillah, kami mengevakuasi mereka semua dan saat ini mereka mendapat perawatan medis” imbuh pria berkumis itu.

Seperti telah diketahui sebelumnya, 16 mahasiswa pendaki asal IAINJ Paiton Probolinggo dan Universitas Bondowoso sempat tersesat selama 2 hari saat mendaki Gunung Argopuro. Diduga mereka kehabisan bekal dan kelelahan. Akibatnya, salah satu dari mereka tewas yang disebabkan hipoksia ( kekurangan oksigen ) dan dehirasi ( kekurangan cairan ). Selama 24 jam, Tim SAR Gabungan BPBD Situbondo berusaha mengevakuasi mereka.
Sementara itu, menurut informasi dari Rais, ayah kandung Zainul, pendaki yang meninggal menyebutkan telah diadakan tahlilan di kediamannya di desa Jetis Besuki. ”Kami mengadakan tahlilan atas meninggalnya putera kami, semoga Allah mengampuni dosa-dosanya dan diterima amal baiknya” ujar Rais dengan nada sedih.(gusti)
baca juga
*Ayahnya sudah melarang Zainul daki Gunung Argopuro
*Tim SAR evakuasi 1 korban meninggal dan 13 korban selamat pendaki Gunung Argopuro
*16 pendaki tersesat di Gunung Argopuro
*Tim SAR juga evakuasi rombongan pendaki asal Jakarta di Gunung Argopuro



















