berita2.com (Situbondo, Jawa Timur): Kusnadi, ayah pendaki yang meninggal dalam pendakian ke Gunung Argopuro mengaku sudah melarang anaknya Zainul untuk ikut pendakian ketika pamit hendak berangkat. Kusnadi beralasan karena kondisi cuaca akhir-akhir ini sangat buruk.
Namun mahasiswa Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Nurul Jadid (IAINJ) tersebut tetap memaksa ikut. Zainul berangkat bersama 13 rekannya sesama pecinta alam dari IAINJ dan 2 mahasiswa Universitas Bondowoso pada Rabu pagi (1/2/2012).

Keberangkatan mereka mendapat rekomendasi dari rektorat IAINJ dengan catatan jika cuaca dan kondisi jalur pendakian tidak memungkinkan, pendakian harus dibatalkan. Pada kenyataannya mereka tetap memaksa melakukan pendakian, meski di Pos Bremi Krucil Probolinggo tercantum pengumuman jalur pendakian ditutup sejak 27 Januari 2012 hingga batas waktu yang tidak ditentukan.
Tanpa rekomendasi petugas KSDA Bremi , diduga mereka berangkat melalui jalur penduduk. Cuaca buruk menghambat perjalanan mereka, sehingga mereka harus bermalam di Camp I Taman Hidup, keesoakan harinya (2/2/2012) mereka berangkat menuju Camp II Aeng Kenek dan tiba sore hari. Lagi-lagi mereka terpaksa menginap.
Pada Jumat pagi (3/2/2012) mereka kembali melanjutkan pendakian. Karena kondisi Zainul lemah dan sakit, akhirnya mereka mendirikan tenda dan meninggalkannya denga di temani 2 rekan mereka di Camp III Cisentor. Sementara 13 pendaki melanjutkan pendakian dan baru kembali pada sore hari.

Pada Sabtu pagi (4/2/2012), para pendaki bersiap-siap untuk turun dari Cisentor, namun alangkah kagetnya mereka setelah mengetahui Zainul Arifin yang berada dalam tenda sudah tidak bernyawa lagi. Dengan sisa tenaga, mereka berusaha membawa jenazah Zainul turun melalui jalur Baderan karena jarak tempuhnya lebih dekat.
Baru dua jam perjalanan, ketiga belas pendaki tersebut kehabisan tenaga dan tertahan di jalan setapak 1 km dari Cisentor. Sementara itu, Taufik dan Arief terus melanjutkan perjalanan menuju Pos Baderan untuk meminta pertolongan. Dan mereka baru tiba di sana sekitar pukul 17.00 WIB.
Tim SAR segera melakukan pencarian terhadap para korban yang masih tertahan di lereng Gunung Argopuro pada pukul 23.00 WIB setelah mendapat pemberitahuan petugas KSDA. Karena hujan deras disertai angin kencang, Tim SAR baru Dan baru menemukan para korban pada Minggu pagi (5/2/2012).
Jenazah Zainul langsung dibawa ke rumah duka di Asembagus kebaputaen Situbondo sesaat setelah dioutupsi tim medis. Menurut hasil outopsi tim medis BPBD Situbondo Zainul meninggal akibat hipoksia ( kekurangan oksigen ) dan dehidrasi. Sejak kecil, Zainul tinggal bersama Kusnadi, ayah angkatnya. Sedangkan kedua orangtua kandungnya tinggal di desa Jetis kecamatan Besuki Situbondo. Menurut keluarga korban, jenazah Zainul akan dikebumikan di Asembagus.(gusti)
baca juga
*13 pendaki Gunung Argopuro berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat
*16 pendaki tersesat di Gunung Argopuro
*Tim SAR evakuasi 1 korban meninggal dan 13 korban selamat pendaki Gunung Argopuro
*Tim SAR juga evakuasi rombongan pendaki asal Jakarta di Gunung Argopuro



















