berita2.com. (Madiun, Jawa Timur): Dalam rangka memperingati hari Maulud Nabi Mohamad SAW (memperingati hari kelahiran Nabi Mohamad SAW) ke-1443 , pemerintah kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur, menggelar kirab gunungan, Minggu (05/02/2012).
Dua gunungan yang diberi nama Jaler dan Istri (Laki laki dan Perempuan), dikirab dari Masjid Besar Kuno Taman, menuju Alon Alon kota. Gunungan Jaler, berisi berbagai macam hasil bumi. Sedangkan gunungan istri, berisi berbagai macam jajan (kue) pasar seperti apem, dadar gulung serta jenis jajan pasar lainnya.
Menurut Camat kecamatan Taman, Ahmad Supriadi, dua gunungan yang diberi nama Jaler dan istri, merupakan simbol kerukunan keluarga yang Sakinah Mawadah Waromah. Masih menurut Supriadi, hasil bumi yang ditata digunungan Jaler, merupakan simbol kemakmuran rakyat kota Madiun. Sedangkan jajan pasar yang ditata di gunungan istri, merupakan simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rejekiNYA.
Dua gunungan ini, setibanya di Alon Alon, disambut oleh walikota Madiun, Bambang Irianto, beserta Forum Pimpinan Daerah/Forpimda (dulu bernama Muspida). Seterusnya, menjadi rebutan ribuan masyarat yang tumpah ruah menghadiri acara Maulud Nabi Mohamad SAW. Antusias masyarakat menghadiri acara ini, karena pada umumnya mereka mempunyai keyakinan, siapa yang mendapatkan salah satu hasil bumi atau jajan pasar yang berada di dua gunungan itu, akan mendapatkan berkah.
Sekedar diketahui, Nabi Mohamad SAW, tanggal 12 Robiul Awal 570 Masehi di Makkah atau 1443 tahun yang lalu. Mohamad kecil, terlahir dari seorang ibu bernama Aminah binti Wahab. Nabi Mohamad lahir dalam keadaan yatim. Pasalnya, ayah Nabi Mohamad, Abdullah bin Abdul Mutalib, meninggal dunia saat Mohamad dalam kandungan ibunya. (dib).



















