berita2.com. (Madiun, Jawa Timur): Hati hati jika dihubungi melalui Hand Phone oleh orang tak dikenal yang mengatasnamakan dari salah satu operator telepon selular. Pasalnya, telah banyak yang menjadi korban, dan ratusan ribu rupiah, bahkan jutaan rupiah akhirnya melayang tanpa sadar, akibat gendam melalui hand phone.
Maraknya penipuan serta gendam melalui telepon atau Short Massage Service (SMS) yang mengatasnamakan operator selular, kembali memakan korban. Seperti yang dialami oleh Yabarudin (20 tahun), warga desa Winong kecamatan Gemarang kabupaten Madiun, Jawa Timur. Tanpa disadari, akibat gendam melalui telepon, pria ini harus mengganti uang pulsa yang telah ia kirimkan ke nomor telepon selular orang yang tidak dikenalnya.
Saat kejadian, kali pertama korban menerima telepon dari seseorang yang mengaku dari operator salah satu telepon selular. Orang tak dikenal itu melalui telepon mengatakan jika korban telah mendapat hadiah sebesar Rp.10 juta. Atas petunjuk orang tak dikenal tersebut, korban kemudian menuju salah satu mini market yang ada di Jalan Ahmad Yani Caruban, Madiun.
Dalam keadaan terus ditelepon oleh orang tak dikenal, korban diminta untuk menyerahkan nomor yang diberikan oleh penelpon, agar diisi pulsa voucer dengan nominal Rp.100 ribu hingga beberapa kali. Karena terus minta diisi pulsa, Rudi, penjaga mini market, curiga. Ketika permintaan pengisian pulsa mencapai Rp.300 ribu, korban diminta membayar dulu. Tapi ternyata korban tidak mempunyai. Karena itu, kemudian korban digelandang oleh beberapa penjaga mini market ke Polsek Mejayan.
"Kejadiannya kemarin sore sekitar pukul 17.00 Wib. Saya benar benar tidak sadar dan menuruti semua permintaan pelaku. Ternyata saya kena tipu. Saya ya nurut saja dibawa ke Polsek. Dan untuk kerugian di mini market, saya sanggup mengganti",terang Yabarudin kepada wartawan, Sabtu (04/02/2012).
Kapolsek Mejayan, Kompol Jumadi, ketika dikonfismasi melalui Kasie Humas, Aiptu Bambang, mengatakan, walau sempat diamankan di Polsek, tapi setelah dilakukan pemeriksaan ternyata Yabarudin hanyalah korban. Karena itu, begitu Yabarudin sadar dan sanggup mengganti kerugian, kemudian dilepas.
"Setelah kita lakukan pemeriksaan, ternyata Yabarudin menjadi korban hipnotis lewat telepon. Dan dia sanggup mengganti semua kerugian. Dengan kejadian ini, kami menghimbau agar masyarakat lebih berhati hati jika menerima telepon dari orang tak dikenal. Apalagi mengiming imingi hadiah. Seperti halnya Yabarudin. Hadiah tidak didapat, tapi malah rugi",kata Bambang kepada wartawan. (dib).


















