berita2.com (Ponorogo, Jawa Timur): Tak disangka, hidup Tukinem, 90, warga jalan Ponco Siwalan desa Ngunut kecamatan Babadan Ponorogo berahir tragis. Betapa tidak, nenek tua renta itu, harus tewas ditangan Supraptin, 50, anak perempuannya sendiri, Senin dini hari. Korban tewas dikamar tidurnya, setelah 7 luka bacokan mendarat di kepala, leher dan tubuh rentanya.
Setelah membunuh ibunya, tersangka yang diketahui memiliki penyakit gangguan jiwa tersebut membangunkan, Meta, adiknya yang tengah terlelap tidur. Tak banyak bicara, setelah melihat kondisinya ibunya yang berlumur darah, Metapun segera melaporkan kejadian tersebut kepolisi.
Kasubag Humas Polres Ponorogo, AKP Bambang Untoro saat ditemui Selasa (30/1/2012)mengatakan, korban meinggal dunia setelah mengalami luka pada bagian kepala, jari tangan, dan tubuhnya. Akibat bacokan clurit dari tersangka. Korbanpun, meninggal dikamar tidurnya dengan berlumuran darah.”Setelah mendapat laporan pembunuhan tersebut, tersangka segera diamankan polisi,” terangnya.
Saat penangkapan, lanjutnya, pelaku diketahui menderita gangguan jiwa. Dengan ditemukannya rekam medis dari rumah sakit jiwa Surakarta, mulai tahun 2000 hingga tahun 2006. Menurut pengakuan keluarga korban, pelaku awalnya dikerangkeng didalam kamar, selama hampir 20 tahun. Karena sering mengamuk pada keluarga dan para tetangga. Namun, dua minggu belakangan, ibunya yang menjadi korban, justru mengeluarkan pelaku karena merasa iba, melihat kondisi pelaku yang kurus kering. “Pelaku dikeluarkan dari kamarnya atas permintaan ibunya sendiri,” tandasnya.
Dia juga mengatakan, sebelum kejadian, menurut pengakuan adik pelaku, Supraptin sering marah-marah pada ibunya tanpa sebab. Hingga akhirnya melakukan pembunuhan saat ibunya terlelap tidur. “Pelaku akan segera dikirim ke rumah sakit jiwa Lawang untuk mendapat pemerikasaan. Jika hasilnya pelaku benar-benar dinyatakan mengalami gangguan jiwa, akan segera mendapatkan perawatan. Dan bebas dari jeratan hukum kasus pembunuhan,” pungkasnnya. (ded)


















