berita2.com (Situbondo, Jawa Timur): Setelah semalaman tergenang air Kali Sampean yang meluap, puluhan rumah di bantaran kali di lingkungan Cappore kelurahan Ardirejo Panji dibersihkan para pemiliknya pada Minggu pagi (29/1/2012). Rumah-rumah tersebut terendam air berlumpur setinggi 1 meter selama kurang lebih 3 jam.
Masuknya air ke pemukiman warga bukan disebabkan luapan air kali dari tangkis yang hanya berjarak 5 meter dari perumahan. Meski air mencapai bibir tangkis, namun air tidak sampai amber menggenangi pemukiman. Menurut keterangan Imam, salah satu warga setempat yang rumahnya terendam air kali berlumpur menyebutkan masuknya air kali Sampean ke pemukimannya disebabkan bagian tangkis di ujung timur terbuka.
“Air masuk dari sebelah timur bukan dari arah kali di sebelah selatan itu, mas ! tangkis yang dibangun sepanjang kali tidak tuntas, karena pemilik pekarangan di ujung timur menolak untuk dibangun tangkis dengan alasan, tanah miliknya adalah tanah pajak bukan tanah pengairan” terang Imam.
“Pemilik tanah pekarangan itu adalah Iyyek ( panggilan untuk warga keturunan Arab-red) yang sekaligus pengusaha tehel/paving Pelita, orangnya pelit banget. Padahal pemerintah membangun tangkis untuk kepentingan masyarakat termasuk dia” Pria peternak lele itu menambahkan.
Para warga yang rumahnya terendam air lumpur terpaksa mengungsikan keluarga dan barang-barangnya di sebuah mesjid di lingkungan mereka yang tempatnya lebih tinggi. Warga meminta kepada pemerintah agar di ujung timur dibangun tangkis untuk mencegah air kali Sampean masuk. Jika tidak, maka mereka akan terus tergenang air lumpur di saat Kali Sampean meluap.
Lurah Ardiredjo Agusman melalui salah satu stafnya membenarkan tidak adanya tangkis di ujung timur pemukiman tersebut. Pemilik tanah pekarangan di ujung palig timur menolak ketika hendak dibangun tangkis di sebagian tanahnya pasca banjir bandang tahun 2008 lalu, dengan alasan tanah miliknya adalah tanah panajk bukan tanah pemerintah.
Dari sekian titik rawan banjir di sepanjang aliran Kali Sampean, hanya lingkungan Cappore satu-satunya yang tergenang air. Lingkungan Dam yang berlokasi di hilir kali malah tidak tergenang air kali. Seperti yang dituturkan Bambang, warga setempat yang rumahnya tepat di bibir kali.
“Rumah saya tidak kemasukan air, meski ada di pinggir kali. Ketinggian air Dam Pintu 5 Kotakan memang mencapai 380 cm, tapi ketinggian air di sini tidak mencapai bibir tangkis, mas” ujarnya.”Warga keburu panik dan mereka berusaha menyelamatkan diri dan barang-barangnya ke lokasi yang aman” tukas pria tambun itu.
Endapan lumpur setinggi 30 cm masuk hingga ke dalam rumah, dan mengotori beberapa perabotan tangga. Satu unit anggota Kodim 0823 Situbondo membantu warga membersihkan lingkungan mereka dari endapan lumpur. Belum diperoleh data resmi berapa jumlah rumah yang tergenang air serta besarnya kerugian. (gusti)



















