berita2.com (Ponorogo, Jawa Timur): Awal tahun 2012 Pemerintah Daerah mendapat kado cukup memilukan. Banjir dan genangan air menghantui pusat kota Reyog itu. Setelah diguyur hujan hampir satu jam, sejumlah ruas jalan ditengah kota, banjir. Seperti yang terlihat disekitar Jalan Raden Saleh dan Jaksa Agung. Air hampir setinggi lutut orang dewasa membuat sejumlah pengguna jalan harus ekstra hati-hati. Bahkan, tak jarang pengendaraa sepeda motor harus putar balik, jika tak menginginkan mogok di tengah banjir yang mengalir cukup deras.
Salah satu pengendara motor, Suparno mengatakan, banjir yang terjadi disekitar Jalan Raden Saleh dan Jalan Jaksa Agung bukan hal yang asing. Pasalnya, setiap turun hujan deras lebih dari satu jam, dipastikan terjadi banjir. Bahkan jika lebih lama lagi, air dapat masuk dirumah warga sekitar. Banjir tersebut, lanjut warga Pakunden itu, sudah terjadi selama bertahun-tahun. “Sepertinya sudah hampir sepuluh tahun banjir dijalan ini. Dan belum ada penanganan serius dari pemerintah daerah. Padahal jalan ini sangat dekat dengan kantor kabupaten,” terangnya.
Di tempat terpisah, Wakil Ketua Komisi C DPRD Ponorogo, Puryono mengatakan, keluhan warga mengenai banjir harusnya membuat pemerintah tangap. Apalagi, jalan yang banjir sangat dekat dengan kantor bupati atau kabupaten. Sehingga, pemerintah daerah segera melakukan analisa penyebab banjir tersebut. “Disekitar itu kan tidak ada aliran sungai, berarti saluran air tidak beres. Seperti kurang lebarnya saluran air menuju sungai,” lanjutnya, saat ditemui dikantor DPRD, Rabu (4/1/2012).
Politisi PAN itu juga mengatakan, belum ditangani masalah banjir ditengah kota, lebih merupakan faktor manusianya. Yang harus cepat tanggap merespon keluhan masyarakat. Dengan melakukan tindakan nyata untuk pencegahan banjir, terutama yang terjadi dipusat kota. Terlebih, lanjut Puryono, disitu ada tanah leluhurnya ibu Wakil Bupati Ponorogo. “Masak daerahnya bu Wakil Bupati kena banjir ?,” selorohnya.
Mengenai anggaran untuk menangani banjir ditengah kota, lanjut Puryono, sebenarnya DPRD sangat mendukung jika orientasinya untuk kepentingan masyarakat. DPRD justru tidak mendukung jika anggaran digunakan untuk kepentingan yang tidak jelas. Kalau kegiatan fisik untuk menunjang sarana transportasi, perekonomian dan sarana lain untuk kepentingan masyarakat, DPRD pasti akan mendukung. “Yang terpenting anggaran yang diajukan untuk kepentingan masyarakat bukan untuk kepentingan yang tidak jelas. Pasti DPRD akan mendukung penuh,” terangnya. (ded)


















