beria2.com (Bojonegoro, Jawa Timur): Meski belum terjadi banjir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, telah mempersiapkan Satgas Penanggulangan Bencana untuk antisipasi dan evakuasi korban banjir luapan Sungai Bengawan Solo, Selasa (03/01/2012).
Hal itu dilakukan, menyusul terjadinya banjir akibat luapan Bengawan Solo di daerah hulu, seperti di Kabupaten Sukoharjo, Solo dan Sragen Jawa tengah. Apalagi wilayah Kabupaten Bojonegoro merupakan daerah langganan banjr bengawan solo setiap tahunnya.
"Kami menghimbau kepada seluruh warga sekitar bantaran bengawan agar selalu waspada, megingat cuaca yang tidak bisa diprediksi. Hal itu sangat rawan, sebab air bengawan sewaktu-waktu bisa meluap dan mengakibatkan banjir,"ungkap Kasiyanto, Kepala BPBD setempat.
Lebih lanjut, Kasiyanto menyatakan bahwa pihaknya juga telah mempersiapkan ribuan kantong pasir untuk mengantisipasi jebolnya tanggul Bengawan Solo yang acapkali terjadi saat banjir melanda. disamping itu, lanjut dia, pihaknya juga telah menyiagakan personil satgas bencana di semua kecamatan yang dilintasi Sungai Bengawan Solo.
Sementara itu, dari hasil data yang diperoleh menyebutkan, debit air bengawan solo di Bojonegoro mencapai angka 13, 30 Pheilscall sehingga statusnya adalah Siaga 1. Angka itu masih akan mengalami peningkatan, sebab di daerah Karang Nongko ketinggian air mencapai titik 26, 76 pheilscall dan terus meningkat. (saiq)


















