berita2.com (Pasuruan, Jawa Timur): Di awal tahun 2012 ini, sebanyak 16 desa di Kabupaten Pasuruan dihadiahi sebuah bencana banjir yang disebabkan hujan yang turun deras, Minggu 1/1, sekitar pukul 15:00 wib hingga pukul 20:00 wib.
Di antara desa yang paling parah terendam banjir hingga mencapai ketinggian air 1-2 meter adalah Desa Kalirejo, Tambakan, Masangan dan Kalianyar Kecamatan Bangil. Banjir yang melanda di 4 Desa tersebut disebabkan juga dari meluapnya sungai kedung larangan Bangil.
“Kondisi sungai Kedunglarangan saat ini sudah dangkal. Semestinya Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengeruk sungai itu agar dapat lebih banyak lagi menyimpan air hujan kiriman dari daerah selatan. Bencana banjir ini adalah bencana rytin yang harus dirasakan oleh masyarakat Bangil dan sekitarnya, “ terang Imron salah satu warga Bangil yang ditemui berita2.com dilokasi banjir Kalianyar.
Beruntung bancana banjir yang melanda wilayah Kabupaten Pasuruan kemarin sore tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka pada warga. Hanya saja, kerugian materiil yang harus dibeban oleh warga yang rumah dan peralatan rumah tangganya tersapu aliran air banjir yang cukup deras tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, air banjir di 4 Desa wilayah Kecamatan Bangil tersebut belum surut. Bahkan diwilayah lain, seperti wilayah Kecamatan Beji dan Kecamatan Kraton genangan air banjir masih setinggi ½ meter. Dari konfirmasi ke Yudha Triwidya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan mengatakan ada 16 desa dari 4 kecamatan yang dilanda banjir hingga 1 meter tadi malam. 4 kecamatan ini yakni Kraton, Pohjentrek, Beji dan Bangil. Daerah yang masih terendam banjir tinggal Kelurahan Kalianyar, Kalirejo, Tambakan, Kecamatan Bangil dan Desa Kedungboto dan Kedungringin, Kecamatan Beji.
Masih kata Yudha, untuk antisipasi dampak terburuk dari bencana banjir yang melanda diawal tahun baru 2012, sebelumnya BPBD Kabupaten Pasuruan telah melakukan koordinasi dengan semua jajaran aparat untuk siaga. Ini dilakukan karena mengingat intensitas hujan sejak tahun baru kian tinggi. Dengan persiapan yang matang tersebut, diharapkan segala resiko dapat diatasi.
"Kita juga menyediakan perahu karet. Ini salah satu upaya kita untuk kemungkinan melakukan evakuasi, jika air banjir benar-benar tinggi. Bantuan selimut dan nasi bungkus juga telah kita sebar kepada para korban banjir yang rumahnya masih terendam air. Dapur umum dan posko kesehatan telah kita dirikan. Sejauh ini masih belum ada laporan warga yang sakit," Pungkasnya. (Bambang)


















