berita2.com (Pasuruan, Jawa Timur): Terkait adanya “perampasan“ sebuah surat tanda nomor kendaraan (STNK) milik Sutrisno warga Desa Kedungbanteng Kecamatan Rembang dan Ismail warga Desa Orobulu Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan, yang dilakukan oleh oknum anggota polisi dari pos lantas Bangil, kian meruncing. Pasalnya, kedua warga tersebut, Rabu 28/12, mendatangi Kantor Propam di Mapolres Pasuruan.
Dalam keterangannya kepada Ipda.Wiksan Kasie Propam Polres Pasuruan didampingi Aiptu.Bambang penyidik Propam Polres Pasuruan, kedua warga tersebut menceritakan kejadian perampasan STNK yang dialaminya. “ Kami menceritakan apa adanya kepada Bapak Kasie Propam Polres Pasuruan. Pada waktu itu, kami diberhentikan oleh anggota polisi pos lantas Bangil, dan diminta STNK kendaraan kami, lalu kami tidak dikasih surat tilang malahan kami dibentak/dimarahi dan disuruh pulang untuk mengambil uang Rp.250 ribu guna menebus STNK kami, “ terang Sutrisno dan Ismail warga korban perampasan STNK oleh anggota polisi pos lantas Bangil.
Menanggapi adanya pengaduan dari warga tersebut, Ipda.Wiksan Kasie Propam Polres Pasuruan ketika dikonfirmasi Berita2.com mengatakan pengaduan kedua warga ini akan kami tindak lanjuti dengan mengadakan pemeriksaan terhadap keduanya. Dan kami akan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap oknum anggota pos lantas Bangil yang diduga melakukan perampasan STNK yang dituduhkan oleh kedua warga. “ Selanjutnya kami akan melaporkannya terlebih dahulu kepada Bapak Kapolres Pasuruan, “ terang Iptu.Wiksan Kasie Propam Polres Pasuruan mewakili AKBP.Agung Yudha Wibowo Kapolres Pasuruan.
Sutrisno dan Ismail kedua warga korban perampasan STNK yang diduga dilakukan oleh oknum polisi anggota pos lantas Bangil tersebut, kepada Berita2.com mengatakan kami meminta kepada Bapak Kapolres Pasuruan untuk memberikan hukuman yang setimpal atas perbuatan oknum anggota polisi pos lantas Bangil itu. “ Kalau memang saya merasa bersalah tidak memakai helm dan tidak mempunyai SIM, saya akn menghadiri siding tilangnya di Pengadilan Negeri Bangil nantinya. Kalau mengenai kenapa sepeda motor saya tidak ada plat nomernya, karena plat nomer sepeda motor saya belum keluar dari dealernya, “ pungkas Sutrisno dan Ismail. (Bambang)


















