berita2.com (Ponorogo, Jawa Timur): Angka kecelakaan lalu lintas di Ponorogo ditahun 2011 meningkat sekitar 10 preen dibandingkan tahun 2010. Namun secara fatalitas atau kerusakan mengalami penurunan. Seperti jumlah korban meninggal dunia dan luka berat. Dalam kurun waktu satu tahun, terdapat 729 kasus kecelakaan lalu lintas. 1.010 korbannya mengalami luka ringan, 19 korban mengalami luka berat. Sementara korban meningal dunia mencapai 144 orang.
Kasat Lantas Polres Ponorogo, AKP Arief Mukti saat ditemui Rabu (28/12/2011) mengatakan, dari 729 kasus kecelakaan lalu lintas, didominasi oleh pengendara roda dua, sebanyak lebih dari 90 persen. “Kasus terbesar terjadi dijalur provinsi Babadan, kemudian disusul wilayah Siman dan Kota,” katanya.
Perwira itu juga mengatakan, dari sekian kasus kecelakaan yang terjadi, 20 persen diantaranya dialami para pelajar, baik ditingkat SD hingga SMA. Sejumlah 60 persen dialami warga yang bekerja dibidang swasta. Sementara sekitar 20 persen sisanya dialami PNS. “Untuk kerugian materiil mencapai 518 juta,” lanjutnya.
Untuk penyebab kecelakaan lalu lintas, kembali Arief Mukti mengatakan, terbesar adalah faktor manusia atau human error. Seperti tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Selanjutnya adalah sejumlah kondisi jalan yang belum memadai. Seperti jalan bergelombang, jalan mengalami kerusakan dan minim penerangan jalan.
“Banyak dijumpai para pengendara jalan melanggar lalu lintas. Seperti melawan arus. Ini yang dapat menjadi salah satu penyebab terjadi kecelakaan lalu lintas. Termasuk melajukan kendaraan dengan kecepatan tinggi saat kondisi jalan padat,” urainya. (ded)
|
Kecelakaan Lalu Lintas Selama tahun 2011 |
|
|
Jumlah Kasus |
729 orang |
|
Korban Meninggal Dunia |
144 orang |
|
Korban Luka Berat |
19 orang |
|
Korban Luka Ringan |
1.010 orang |
|
Total Kerugian Material |
518 Juta |
Sumber : Sat Lantas Polres Ponorogo


















