berita2.com (Surabaya, Jawa Timur): Pada tahun 2012, PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur (Jatim) optimis menurunkan subsidi listrik dari pemerintah menjadi 6,6 persen dibandingkan pencapaian pada tahun ini sebesar 7,2 persen.
"Untuk mewujudkan hal itu, kami siap melakukan efisiensi di segala bidang, baik yang direalisasi tanpa biaya maupun dengan besaran investasi tertentu. Salah satunya, melakukan efisiensi operasional seperti biaya pemeliharaan untuk menurunkan gangguan kelistrikan yang dialami masyarakat," terang General Manager PT PLN (Persero) Dis Jatim Haryanto W S, pekan lalu
Masih kata dia, dengan penyusutan subsidi sebanyak 1 persen maka bisa menurunkan nilainya sebesar Rp 900 miliar. "Jumlah subsidi kelistrikan yang dialokasikan ke kami bisa diminimalkan," sambungnya.
Menurutnya, tahun depan yakin dengan Perang Padam Jawa Bali Jilid II dapat menurunkan gangguan listrik masyarakat menjadi 2.500 kasus di Jatim.
"Hal itu dapat terwujud karena besarnya dukungan dari para petugas pelayanan teknis di wilayah kerja. Mereka selalu siap mengawasi kelancaran aliran listrik dengan memotong pohon maupun membersihkan layang-layang yang mengganggu kabel," tutur Haryanto.
"Kami yakin dengan berbagai upaya itu dapat menyambung jaringan listrik baru terhadap 450.000 pelanggan sampai akhir tahun 2011. Kini, jumlahnya mencapai 400.000 titik atau melampaui target awal 2011 sebanyak 320.000 titik," pungkasnya. (Iskandar)


















