berita2.com, (Jombang, Jawa Timur): Kampanye terhadap penghapusan diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan yang berbasis tafsir agama, adat dan budaya terus didengungkan.
Sunandar, Focal Point KIAS Jawa Timur mengatakan, kampanye ini diupayakan untuk mendorong perempuan agar dapat menduduki posisi strategis dalam berbagai organisasi kemasyarakatan berbasis agama, adat dan budaya yang memperjuangkan kesetaraan dan keadilan gender serta keberagaman.
“Untuk itulah kita hari ini melaunching Komunitas untuk Indonesia yang Adil dan Setara atau KIAS, untuk mendukung dan mendorong dihapuskannya Diskriminasi dan Kekerasan Terhadap Perempuan,” terang Sunandar, didepan perwakilan LSM, Ormas, dan GusDurian yang ada di Jombang, Selasa (6 Desember 2011) di Hall ICDHRE, Jl. Airlangga.
Sementara itu, Nia Syarifudin, Sekjen Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika (ANBTI) mengatakan, jika bicara mengenai Gender dan minoritas, ia sangat terkesan akan sosok Gus Dur, yang memiliki peran sangat besar bagi kesetaraan gender di Indonesia.
“Kita sangat rindu akan sosok Gus Dur. Apalagi jika mengingat banyak sekali ketidakadilan yang saat ini banyak terjadi,” kenang Nia.
Selain launching KIAS Jatim, acara kali ini juga ditujukan untuk menyambut hari HAM Internasional, 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan, dan Hari Ulang Tahun ICDHRE Foundation yang ke-13. Usai acara ramah tamah, para peserta langsung menuju rumah Hj. Sinta Nuriyah Wahid (Istri Almarhum Gus Dur) untuk berdiskusi terkait “Membangun Keadilan dan Perekonomian Bagi Perempuan dan Kelompok Minoritas”. (sindu)


















