berita2.com (Malang, Jawa Timur): Sampai saat ini pelaku pembunuh Adrian Jay Pereira (22), mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang, asal Malaysia masih tanda tanya. Pihak kepolisian hanya mengantongi, barang bukti berupa gembok rumah kontrakan yang ditempati korban yang sudah rusak.
Menurut Kapolresta Malang AKBP Teddy Minahasa, Rabu (9/11/2011), pihaknya belum mengetahu identitas korban. "Hanya dugaan kami, pelakunya dua orang. Dan kasus ini murni kriminal," katanya.
Kapolresta mengaku belum mengarah ke arah tersebut. "Belum ada. Kita masih terus fokus melakukan penyelidikan dan sudah ada tim yang bergerak," katanya.
Untuk mempercepat mengungkap kasus tersebut, pihak kepolisian juga bekerjasama dengan pihak UB. "Pelaku memang sempat melakukan perlawanan. Bahkan sempat mengejar pelaku. Tapi sial, korban bisabet benda tajam di leher dan punggungnya," katanya dihubungi via telepon.
Lebih lanjut Kapolresta Malang berjanji dalam waktu cepat, pihaknya akan bisa menangkap pelaku. "Semoga saja dalam waktu dekat kami sudah bisa menangkap pelaku. Itu target kami," katanya.
Kapolres juga mengeluhkan, pihak penyidik mengalami sedikit kesulitan untuk meminta keterangan saksi. "Tapi tak jadi masalah, karena sekarang sudah bisa leluasa diminta keterangan para saksinya," akunya.
Teman-teman korban yang juga asal Malaysia yang menempuh kuliah di UB, sangat tertutup terutama kepada media. Kala ditanya soal Adrian, selalu menghindar dan tak mau komentar.
Pukul 11.00 WIB, Rabu (9/11/2011) jenazah Adrian, sudah dipulangkan dari persemayaman sementara di Gotong Royong Malang, menuju Bandara Juanda Surabaya untuk diterbangkan ke Selangor Malaysia.(Heri)


















