berita2.com (Ponorogo, Jawa Timur): Berbagai gejolak paska gerbong mutasi dijalankan Bupati Ponorogo, 5 Oktober 2011 lalu, yang mengangkat seorang dokter hewan menjadi kepala dinas kesehatan, ditanggapi dingin oleh dr. h Sapto Jatmiko.
Dokter hewan yang belum menempati ruang kerja barunya ini, Kamis (13/10/2011) mengatakan, jika pengangkatannya menjadi kepala dinas kesehatan, menggantikan dr Andi Nurdiana, merupakan keputusan dari bupati. Yang telah disetujui oleh Gubernur Jawa Timur. “Bupati memiliki pertimbangan khusus hingga mempercayakan saya menjadi kepala dinas kesehatan,” terangnya.
Mantan Kepala Bidang Teknologi Tepat Guna dan SDM ini juga mengatakan, yang terpenting saat ini adalah kinerja untuk menjalankan visi dan misi dinas kesehatan, agar berjalan dengan baik.
Dirinya tak menampik, adanya tekanan dari berbagai pihak membuat beban pikiran tersendiri. Namun, justru, membuat lulusan magister manajemen itu, semakin bersemangat untuk memimpin dinas kesehatan.
“Yang terpenting adalah managerial. Untuk tenaga teknis kan ada kabid dan kasi. Sehingga diperlukan koordinasi yang baik untuk melaksanakan semua program,” lanjutnya.
Sementara Plt Sekretaris Daerah Ponorogo, Yusuf Pribadi ditempat terpisah mengatakan, pengangkatan pejabat ekselon II sudah melalui pertimbangan matang dan sesuai mekanisme yang berlaku oleh bupati. Yang telah disetujui oleh Gubernur Jawa Timur.
Dan sejauh ini, bupati bersama sekda dan kepala Badan kepegawaian daerah (BKD) telah melakukan pembicaraan dengan organisasi kesehatan Ponorogo, yang beberapa waktu melakukan aksi penolakan. Hasilnya, semua pihak sudah dapat menerima keputusan bupati.
“Kepala Dinas Kesehatan yang baru akan diberi kesempatan menunjukkan kinerjanya selama 2-3 bulan. Dan akan menempati kantor barunya Senin depan (17/11/2011),” pungkasnya.(ded)