berita2.com (Ponorogo, Jawa Timur) Memang suratan takdir atau apa, Taslim (55) warga desa Paju kecamatan Kota Ponorogo terus dirundung duka tiap tahun. Tahun 2010 lalu, rumahnya diterjang banjir bandang hingga mengalami kerusakan parah. Bahkan tahun sebelumnya, rumah yang terbuat dari kayu dan bambu itupun sempat terbakar, walau tak sampai habis.
Kali ini, Taslim bersama istrinya, Misiah (45), harus mengungsi kerumah kerabatnya dalam waktu cukup panjang. Pasalnya, rumah satu-satunya miliknya telah habis terbakar tadi malam. Warga sekitar yang berjibaku berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya tak dapat berbuat banyak. Kerugian ditaksir mencapi 50 juta rupiah.
Taslim, saat ditemui Kamis pagi (13/10/2011) mengatakan, saat kejadian dirinya sedang berada dirumah suadaranya yang tak jauh dari rumahnya tadi malam sekitar pukul 9. Sementara istrinya juga berada dirumah tetangga yang lain untuk melihat sinetron salah satu stasiun televisi. Tiba-tiba, salah satu tetangga, berteriak yang mengatakan telah terjadi kebakaran menimpa rumahnya. “Saat keluar rumah saudara, rumah saya terbakar hebat,” tambahnya.
Bapak satu anak itu yang hanya bekerja sebagaiburuh tani itu juga mengatakan, dengan segera warga sekitar berupaya memdamkan api dengan alat seadanya. Api dapat dipadamkan setelah dua unit pemadam kebakaran pemerintah kabupaten Ponorogo datang. “Semua habis terbakar, tak ada yang tersisa. Berharap baantuan dari pemerintah,” tandasnya.
Tak hanya rumah Taslim, rumah Sunarto yang berada disebelahnya juga terbakar. Walaupun, api hanya membakar jendela dan pintu rumah. “saya dan istri berusaha memadamkan api yang mulai membakar rumah saya. Untungnya api belum begitu besar hingga dapat dipadamkan,” ujar Sunarto saat ditemui wartawan. (ded)