berita2.com (Malang, Jawa Timur): Di usia yang tidak muda lagi SMAN 7 Malang bersiap untuk membenahi diri menjadi sekolah yang mampu bersaing di kota Malang. Walaupun belum termasuk deretan sekolah favorit dan belum RSBI, namun SMAN 7 mempunyai daya tarik tersendiri.
Di hari ulang tahunnya yang jatuh pada tanggal 9 Oktober, SMAN 7 Malang genap berusia 29 tahun. Dengan mengambil tema “Lestarikan Budaya dan Lingkungan” seluruh keluarga besar SMAN 7 siap melestarikan budaya Indonesia dan melestarikan lingkungan. Hal ini terbukti dengan adanya kegiatan di hari ulang tahunnya dengan mengadakan jalan sehat dan sepeda santai.
“Malahan sebentar lagi digagas akan diadakan” bike to school”, jadi semua kendaraan bermotor dari roda dua dan empat dilarang masuk ke sekolah. Diharapkan baik guru dan murid menggunakan sepeda kayuh atau jalan kaki” kata Asri, Kepala Sekolah SMAN 7 Malang.
Asri juga menambahkan bahwa di SMAN 7 diharapkan bisa menjadi konservasi lingkungan. “Kami juga memberikan pendidikan karakter lingkungan” jelas Asri. SMAN 7 Malang memang kedepan mempunyai konsep untuk dapat menjadi sekolah Adiwiyata, yaitu sekolah yang mempunyai wawasan lingkungan dan mempunyai lingkungan yang hijau, nyaman.
Selain berusaha melestarikan lingkungan, SMAN 7 Malang ini juga turut berusaha memelihara dan melestarikan budaya lokal khususnya dan budaya Indonesia pada umumnya. Dalam kegiatan ulang tahunnya juga diadakan lomba tari tradisional dan pentas tari topeng Malangan.
“Kami juga bekerjasama dengan AISEC dalam melestarikan dan mengenalkan budaya Indonesia pada dunia luar” terang Asri. Ini ditunjukkan dengan adanya keikutsertaan mahasiswa asing di Malang yang belajar tari dan gamelan di SMAN 7 Malang setiap Sabtu.
Diakhir wawancara dengan berita2.com, Asri berharap SMAN 7 Malang bisa menjadi sekolah yang berkarakter lingkungan dan budaya dengan tidak meninggalkan prestasi akademik. Kedepanpun SMAN 7 bisa menjadi sekolah berprestasi dan menjadi sekolah rintisan bertaraf internasional. (Heri)