berita2.com (Bojonegoro, Jawa Timur): Menjelang ngabuburit, tepatnya sekitar jam 17.00, Rabu, (10/8/2011) warga seputar pasar Desa Pasinan, Kecamatan Baureno, Bojonegoro, dikejutkan adanya kebakaran hebat yang meluluh lantakkan komplek pasar tradisional tersebut.
Pasar yang hampir seluruh bangunannya terbuat dari kayu membuat api cepat membesar, hingga hanya dalam hitungan menit saja api sudah menjalar hampir kesemua los pasar yang memang padat tersebut. "Kejadiannya sangat cepat, api menjalar karena hembusan angin yang cukup kencang. Warga hanya bisa berusaha memdamkan api dengan alat seadanya sambil membantu menyelamatkan barang dagangan," ungkap Syafak, penduduk setempat.
Dari data yang berhasil dihimpun dilokasi kejadian menyebutkan, api pertama kali diketahui warga diduga berasal dari sebuah warung dalam komplek pasar, tepatnya berada disebelah barat daya.
"Awalnya ada yang mengetahui banyak asap mengepul dari sebuah warung yang berada di los dalam pasar mas. Saat itu sekitar jam 5 sore," kata Ichwan, salah satu pedagang.
Namun, beberapa sumber ada juga yang mengatakan api diketahui berasal dari lapak sebelah utara komplek pasar, "Katanya sih apinya dari kios sebelah utara, saya sendiri bingung soalnya harus menyelamatkan barang dagangan," terang seorang pedagang lainnya.
Beberapa mobil PMK dari Pemkab Bojonegoro, Lamongan, juga pemadam dari perusahaan seperti Sam liok Kioe dan JOB Petrochina dikerahkan untuk
mengendalikan api yang makin menggila.
Kendati demikian, PMK terlihat kewalahan dan masih butuh waktu berjam-jam untuk mengendalikan api yang terlanjur membesar, sebelum akhirnya api benar-benar bisa dijinakkan.
Kebakaran hebat ini juga menyebabkan kemacetan parah sepanjang 10 kilometer selama berjam-jam lantaran banyaknya lalu lalang warga dan pedagang yang mengamankan dagangannya. Kemacetan juga karena menunggu kobaran api pasar yang berada pinggir Jalan Raya Babat Bojonegoro itu mampu dikendalikan.
Bukan itu saja, aksi penjarahan dagangan dengan modus membantu menyelamatkan barang milik pedagang pun mewarnai kebakaran pasar tersebut, begitu, ungkap beberapa pedagang yang sempat diwawancarai berita2.com.
Meski tak ada korban jiwa dalam kebakaran hebat ini, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan hingga milyaran rupiah, sebab hampir 90 persen pasar ludes dilalap api. "Apalagi saat ini para pedagang rata-rata kulakan barang untuk persiapan lebaran nanti," terang Yusuf, pedagang.
Meski beberapa sumber menyebutkan penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Namun, pihak berwenang belum bisa memastikan dugaan penyebab kebakaran hebat yang terjadi di pasar tersebut apakah dari korsleting listrik atau ada penyebab lainnya. (saiq)