berita2.com (Surabaya, Jawa Timur): Surabaya Heritage Track (SHT) meluncurkan program Ngabuburit Track yang mengajak masyarakat untuk mengisi waktu menunggu berbuka puasa dengan kegiatan bermanfaat yang berkaitan dengan agama dan menambah wawasan.
Menurut Rani Anggraini, Museum Manager House of Sampoerna, yang menaungi SHT, Ngabuburit Track merupakan tur tematik yang diadakan dalam rangka Ramadhan selama 2 – 28 Agustus.
“Dengan mengikuti Ngabuburit Track, para peserta tur (trackers) mendapat kesempatan untuk mengenal dan melihat dari dekat keunikan arsitektur bangunan religi di Surabaya dan sejarah di baliknya, antara lain masjid-masjid kuno,” ujarnya.
Rani mengungkapkan, salah satu tempat yang akan dikunjungi dalam tur ini adalah Masjid Muhammad Cheng Hoo yang memiliki arsitektur unik bernuansa Tionghoa. Bentuknya diilhami dari Masjid Niu Jie di Beijing yang dibangun pada 996 M.
Cheng Hoo memiliki filosofi di setiap bagian bangunannya. Seperti pada bagian atas bangunan utama berbentuk segi 8 (pat kwa) yang dalam Bahasa Mandarin berarti jaya dan keberuntungan. Tak hanya penjelasan tentang filosofi bangunan, trackers juga akan mendengarkan tentang sejarah Laksamana Cheng Hoo yang namanya dipakai sebagai nama masjid.
Trackers juga diajak mengunjungi Masjid Kemayoran, salah satu masjid tertua di Surabaya, dan kawasan perkampungan di sekitar Kemayoran. Beberapa versi sejarah awal berdirinya bangunan ini bisa ditemukan di berbagai sumber, salah satunya adalah menurut prasasti Jawa yang terdapat di area masjid. Masjid ini merupakan pemberian dari pemerintah Hindia Belanda pada masa pemerintahan 1772 - 1776.
Rani menjelaskan, tur tematik SHT diselenggarakan secara berkelanjutan pada periode-periode tertentu guna memperkenalkan potensi wisata Surabaya yang tersebar di berbagai sudut Kota Pahlawan. Tur ini dapat dinikmati oleh wisatawan maupun masyarakat Surabaya secara gratis. (natalia)