berita2.com (Surabaya, Jawa Timur): Mengantisipasi datangnya bulan puasa, sejumlah hotel di Jatim menyiapkan strategi khusus untuk meningkatkan jumlah tamu.
Ketua PHRI Jatim, M.Soleh, mengatakan (okupansi) hotel selama puasa biasanya cenderung mengalami penurunan hingga 25%. Kondisi ini disebabkan oleh menurunnya tingkat mobilitas masyarakat saat menjalankan ibadah puasa.
“Selama puasa, umumnya masyarakat mengurangi aktivitas. Instansi pemerintah maupun perusahaan swasta juga mengurangi kegiatan luar kantor seperti seminar maupun lokakarya,” kata Sholeh di Surabaya pada Sabtu (30/7/2011).
Untuk itu, imbuh Yusak Anshori, Ketua Dewan Pariwisata (Depari) Jatim, hotel-hotel perlu mengambil langkah taktis dan strategis guna meningkatkan tamu selama Ramadhan.
Ia mengatakan, sejumlah hotel yang tergabung dalam PHRI Jatim telah menyiapkan strategi khusus yaitu mematok tarif khusus atau paket yang mencakup buka puasa serta membuat variasi menu makanan.
Hal ini didasarkan pengalaman dan pengamatan bahwa selama ini aktivitas tamu hotel saat Ramadhan lebih banyak mengadakan pertemuan (meeting) sambil berbuka puasa. Ada pula komunitas atau keluarga yang memilih berbuka puasa di hotel.
Yusak berharap, program layanan tersebut dimanfaatkan klien maupun tamu hotel untuk mengadakan acara di hotel sehingga dapat mendongkrak okupansi dan pendapatan hotel. (natalia)