berita2.com (Bojonegoro, Jawa Timur): Jelang Ramadlan yang terhitung masih kurang sekitar satu bulan ini, harga sejumlah kebutuhan bahan pokok di Bojonegoro mulai mengalami kenaikan. Salah satu pemicunya adalah lantaran gagal panen yang dialami para petani akibat serangan hama wereng.
Dari data yang dihimpun berita2.com, beras jenis IR 64 misalnya, yang semula berharga Rp 6.000 menjadi Rp. 7.500 sampai Rp.8.000, begitu juga telur, minyak goreng, gula pasir dan bawang merah semuanya mengalami kenaikan harga rata-rata antara duaratus hingga seribu rupiah.
Melihat kenyataan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) berencana akan menggelar operasi pasar murah.
Rencananya, sekitar duabelas kecamatan yang diagendakan bakal mendapat jatah operasi pasar murah yang akan digelar mulai 11 juli mendatang, seperti yang disampaikan Mahmudin Kabag Humas dan Protokol Pemkab Bojonegoro, (6/7/2011) kepada beberapa wartawan.
"Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok yang sering terjadi saat jelang ramadlan, apalagi saat ini para petani mengalami gagal
panen," terangnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, untuk operasi pasar murah, pihak pemkab saat ini tengah mempersiapkan beberapa paket bahan pokok, antara lain, beras varietas IR 64 paket 2,5 kg dengan harga Rp. 6.250 perkilogram serta bahan kebutuhan lain, seperti minyak goreng dan gula dengan harga yang murah, pungkasnya. (saiq)