berita2.com (Cianjur, Jawa Barat): Pelantikan Bupati dam Wakil Bupati terpilih, Drs.H. Tjetjep Muchtar Soleh, M.M., dan dr.H. Suranto, Mars, M.M. (Tjerdas) yang dilaksanakan di gedung DPRD Cianjur Jalan K.H. Abdullah bin Nuh, Rabu (18/5/2011) diwarnai tiga aksi unjuk rasa.
Unjuk rasa pertama dilakukan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Suryakancana (BEM-Unsur).Unjuk rasa juga datang dari mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
Para mahasiswa tersebut hampir bersamaan melakukan aksi saat tengah berlangsung proses pelantikan bupati dan wakil bupati Tjerdas. Namun sayang, ketatnya pengamanan yang dilakukan aparat kepolisian, membuat para mahasiswa tidak bisa mendekat ke gedung DPRD Cianjur.
Mereka malakukan aksi di sepanjang jalan K.H. Abdullah bin Nuh seperti di depan BLK Binawan dan dibundaran tugu gerbang Marhamah. Seperti yang dilakukan puluhan mahasiswa dari PMII Kabupaten Cianjur yang mengnggelar aksi unjuk rasa Bundaran 8 Cepu atau di bawah Tugu Gerbang Marhamah.
Aksi tersebut berjarak sekitar 1,5 km dari Gedung DPRD tempat pelantikan bupati dan wakil bupati berlangsung. Sambil membawa sejumlah poster dan atribut mereka melakukan orasi di Bundaran 8 Cepu. Mereka mendesak agar pimpinan Cianjur yang baru dilantik bisa membuktikan janji seperti disampaikan pada waktu kampanye. Koordinator aksi Agus Jaelani menegaskan beberapa fakta hukum sudah terjadi telah mencoreng nama daerah dan merugikan rakyat.
Itu terjadi akibat lemahnya pengawalan sistem di pemerintah disertai rendahnya moral sosok pemimpin, sehingga menjadi potensi penyalahgunaan wewenang hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompok.
Menurutnya, Bupati dan wakil bupati yang dilantik harus menjalankan roda pemerintahan dengan adil jujur transparan, aspirasi berpihak pada kepentingan rakyat.
"Kita ingin bupati dan wakil bupati yang baru dilantik bisa memperbaiki pola pelayanan publik dan kesehatan.
Tingkatkan standar hidup masyarakat cianjur. Brantas segala bentuk tindak korupsi yang akan menyengsarakan rakyat dan rugikan negara. Kita akan terus kawal jalanya roda pemerintahan lima tahun kedepan,"
tegasnya.
Pihaknya juga mempertanyakan apakah proses kepemimpinan yang baru dilantik akan mampu menuntaskan segala bentuk masalah sosial yang sedang dan akan terjadi di Kab. Cianjur. "PMII menyatakan sikap,
bupati dan wakil bupati yang dilantik supaya konsisten menjalankan amanah roda pemerintahan seadil-adilnya. Jangan hanya bisa janji, pemimpin harus pro rakyat," harapnya.
Uniknya aksi unjuk rasa dari mahasiswa PMII ini dilakukan dengan menaiki pembatas sambil mengibarkan bendera. Empat mahasiswa tidak henti-hentinya melakukan orasi dari sisi kiri dan kanan serta dari depan dan belakang arah tugu Gerbang Marhamah.
Ketatnya penjagaan dari aparat kepolisian, membuat para mahasiswa tidak bisa bergerak mendekati gedung DPRD Cianjur. Jalan K.H. Abdullah bin Nuh mulai dari pertigaanya ditutup total dan hanya diperbolehkan
bagi setiap orang yang memiliki undangan khusus untuk menghadiri pelantikan.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya