berita2.com (Cianjur, Jawa Barat): Akibat ruang kelasnya ambruk tertimpa longsor, Ujian Nasional murid kelas 6 Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bojongloa Desa Sukamahi Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (10/5/2011) terpaksa dilaksanakan di Madrasah dan tenda darurat.
Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional dimulai sekitar pukul 7.30 WIB hingga 9.30 WIB dengan mata pelajaran bahasa Indonesia. Dari 31 peserta UN di sekolah tersebut, 20 diantaranya mengikuti UN di ruang madrasah. Kemudian 11 orang lagi melaksanakan UN di tenda darurat yang didirikan Badan Penanggulangan di Bencana Daerah (BPBD) Kab. Cianjur.
Kepala SDN Bojongloa Dedi Mulyana mengatakan pelaksanaan Ujian Nasional terpaksa dilakukan ditempat darurat lantaran ruang kelas yang ada diterjang longsor beberapa waktu lalu. Demi kelancaran proses belajar mengajar, terpaksa harus dipindahkan karena bangunan kelas yang tidak layak lagi.
"Dalam Ujian Nasional kali ini terdapat 31 murid yang mengikutinya. Mereka terdiri dari 16 laki laki dan 15 perempuan. Dari jumlah peserta UN tersebut, sebagian menempati ruang madrasah dan sebagian lagi di tenda darurat," katanya.
Pihaknya mengaku terpaksa memanfaatkan tenda yang disiapkan oleh BPBD Cianjur, lantaran ruang madrasah sangat terbatas hanya menampung sebanyak 20 murid. "Terpaksa sisanya sebanyak 11 murid mengikuti Ujian Nasional di tenda," tegasnya.
Kapuspindik Sukaresmi Aripin, mengungkapkan, kalau melihat kondisi tempat yang digunakan untuk Ujian Nasional memang sangat tidak nyaman. Penggunaan tenda terpaksa dilakukan, karena dalam kondisi darurat.
"Awalnya memang pernah ada rencana Ujian Nasional digabung dengan sekolah lain yang paling dekat. Tapi tidak jadi dilaksanakan, lantaran sekolah yang terdekat itu sangat jauh. Akhirnya yang penting diputuskan bisa melaksanakan Ujian Nasional meski harus menggunakan madrasah dan tenda," kata Aripin saat meninjau pelaksanaan Ujian Nasional.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya