berita2.com (Cianjur, Jawa Barat): Enam tahanan yang menghuni blok 12 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cianjur kabur dari sel tahanan, Jum'at (6/5/2011). Diduga para tahanan tersebut berhasil kabur setelah menggergaji jeruji besi ruang tahanan. Saat ini petugas gabungan tengah memburu para tahanan tersebut.
Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, belum diketahui pasti bagaimanake enam tahanan tersebut bisa kabur. Namun dugaan tahanan tersebut kabur sekitar pukul 02.00 WIB setelah berhasil menggergaji jeruji besi tahanan. Kemudian meninggalkan lingkungan Lapas melalui jalan dinding tembok benteng di bagian belakang.
Kaburnya enam tahanan itu diketahui setelah petugas lapas melakukan pengecekan rutin. Namun saat melakukan pengecekan di blok 12, enam tahanan di ruangan itu sudah tidak ada ditempatnya. Tanpa membuang waktu, saat itu juga petugas lapas disebar untuk melakukan pencarian para tahanan yang kabur.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Lapas kelas II B Cianjur itu, baik identitas tahanan maupun status hukum mereka. Para petugas masih terfokus dilapangan untuk melakukan pencarian terhadap para tahanan yang melarikan diri.
Kasub Seksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakat Lapas Cianjur, Deden Hendra membenarkan kaburnya enam tahanan di Lapas Cianjur. Namun Deden enggan memberikan keterangan lebih lanjut, dengan alasan harus minta izin lebih dulu ke Kepala Lapas Cianjur, termasuk memberikan identitas ke-enam tahanan yang melarikan diri itu.
"Benar, memang ada enam tahanan yang kabur. Kami sedang melakukan pengejaran, saat ini belum bisa memberikan keterangan," kata Deden ditemui di ruang kerjanya, saat ditemui wartawan.
Sementara itu Kapolres Cianjur Ajun Komisaris Besar Dadang Hartanto, mengatakan, pihaknya mengakui telah mendapatkan informasi tetapi sifatnya belum laporan resmi adanya enam tahanan Lapas yang melarikan diri. Meski demikian pihaknya akan membantu pengejaran terhadap para tahanan yang kabur kendati pihak lapas belum meminta bantuan secara resmi.
"Sampai saat ini kami belum mendapat konfirmasi dari Lapas, tapi anggota akan melakukan koordinasi. Kalau memang benar, kami akan membantu untuk melakukan pencarian. Tidak boleh ada satupun pelaku kejahatan yang keluar bebas tanpa melalui proses hukum yang berlaku," katanya.
Sejumlah lokasi akan mendapatkan fokus perhatian dalam melakukan pencarian terhadap para tahanan yang melarikan diri seperti mendeteksi tempat tempat dimana sebelumnya mereka biasa berada. "Jalur transportasi juga menjadi perhatian yang biasa digunakan seperti di terminal," tegasnya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya