berita2.com (Cianjur, Jawa Barat): Puluhan aktivis seni dan budaya dari berbagai elemen mendatangi gedung DPRD Cianjur di Jalan KH. Abdullah bin Nuh, Cianjur, Rabu (13/4). Kedatangan para pelaku seni dan budaya tersebut untuk meminta dukungan para wakil rakyat untuk mempertahankan gedung Ampera yang berada di Jalan Suroso, Cianjur.
Gedung tersebut selama ini dijadikan pusat kegiatan seni dan budaya. Namun belakangan muncul gugatan terhadap kepemilikan lahan yang dilakukan oleh pengusaha keturunan, Nuyan dan perkaranya sudah memasuki persidangan. Pada hal gedung Ampera tersebut saat ini sudah menjadi salah sayu cagar budaya di Cianjur.
Dalam pernyataan sikapnya, disebutkan upaya penggugat yang akan mengambil alih gedung telah menimbulkan keresahan seniman dan budayawan. "Kami tidak rela tempat yang selama ini dipakai aktifitas seni dan budaya diambil alih pihak manapun. Kami tetap akan pertahankan keberadaan gedung yang selama ini menjadi pusat kebudayaan dan kesenian. Apalagi kami juga bertanggung jawab melestarikan gedung sebagai cagar budaya," kata Memet.
Oleh karena itu, semua komponen seni dan budaya di Cianjur mendesak dewan dan pemda serta aparat terkait bisa mengambil langkah nyata, mempertahankan gedung ampera sebagai bentuk kepedulian pelaksanaan pelestarian seni budaya Cianjur.
"Kami minta sikap yang jelas dari dewan karena selama ini belum pernah tersentuh oleh dewan. Untuk membangun pelestarian seni budaya cianjur. Kami tidak bermaksud intervensi terhadap persoalan hukum, silahkan prosesnya berjalan. Namun ada persoalan dalam perjalanan ada yang perlu dibahas. Sebab gedung itu sudah direbut pemerintah karena dipakai paham aliran komunis," kata Ketua Dewan Kesenian Cianjur (DKC), D. Andry Kartanegara.
Menurutnya, gedung itu sudah tercatat sebagai cagar budaya dan harus dipertahankan warga Cianjur. "Kami minta sikap dewan, bisa ikut memperjuangkan gedung supaya tidak diambil alih. Kami harap bisa memfasilitasi supaya tidak memicu masalah rasial," katanya.
Ketua DPRD Kabupaten Cianjur Gatot Subroto mengungkapkan keberadaan gedung Ampera merupakan salah satu tonggak perjalanan sejarah Cianjur, dan hal ini juga menyangkut perkembangan seni budaya. Sebab selama ini bangunan tersebut dipakai untuk aktifitas seni dan budaya.
"Bagi kami tidak ada alasan untuk tidak ikut memperjuangkan. Kami mendukung penuh, dan bertekad siap memfasilitasi. Kami minta jangan sampai ada perpecahan apapun sukunya. Arah perdamaian menjadi fokus, dan meminta perwakilan sama sama duduk bicarakan masalah ini. Kepercayaan yang diberikan tentunya tidak akan kami siasiakan," tegasnya.
Hal sama juga disampaikan Ketua fraksi partai Demokrat Yadi Mulyadi. Dia menegaskan pihaknya siap mendukung para seniman dan budayawan. Bahkan bila diperlukan siap ikut serta mendukung dan berada di barisan terdepan."Kami siap berada dibarisan depan," tegasnya.
Kabag hukum Pemkab. Cianjur Asep Suhara dalam pertemuan memebanrkan adanya gugatan tanah yang diatasnya ada gedung Ampera, dan minggu ini prosesnya telah memasuki sidang di tempat. "Kami mohon dukungan semua pihak, utamanya bila nanti memerlukan saksi diharapkan bisa memberikan kesaksian," katanya.
Menurutnya, tanah dan gedung itu telah diambil alih pemerintah dan dikuasai pemerintah cq menkeu. Pihaknya sudah mengajukan permohonan sertifikat atas nama pemkab Cianjur. "Untuk proses persidangan bukti bukti yang ada sudah cukup. Dasar kuatan penguasaan sudah ada keputusan menkeu, beberapa tanah diserahkan untuk digunakan pemkab Cianjur," jelasnya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya