berita2.com (Cianjur, Jawa Barat): Mencuatnya aliran tembang baru yang diklem sebagai bagian dari Mamaos yang selama ini lebih dikenal untuk tembang Cianjuran disikapi proaktif oleh Dewan Kesenian Cianjur (DKC) Kab. Cianjur.
Lembaga yang menaungi beberapa kesenian itu saat ini tengah berupaya membuat beberapa dokumen tembang Mamaos kedalam Compac Disk dan Video Compac Disk, yang bertujuan untuk lebih mengenalkan seni Mamaos yang asli sebagaimana diajarkan oleh Kanjeng Dalem Pancaniti Bupati Cianjur sekitar dua abad yang lalu.
"Dalam perkembangan seni Mamaos semakin hari ada saja seniman yang berupaya merekayasanya dengan alasan tuntutan jaman, menurut kami justru hal itu bukan upaya pelestarian, namun upaya meninggalkan papakem leluhur yang telah menemukan seni Mamaos Cianjuran. Untuk itulah kami berupaya mengabadikan gaya Mamaos yang asli Cianjur melalu media CD dan DVD agar dapat menunjukkan seni Cianjuran yang asli ditengah upaya beberapa seniman yang berupaya merekayasa Cianjuran dengan meninggalkan Pakem yang sudah baku," kata D. Andri Kartanegara, S.H., Ketua Umum Dewan Kesenian Cianjur dalam acara pagelaran seni Mamaos Cianjuran “ Hariring Panggeuing” yang digelar di gedung DKC, Sabtu malam 9 April 2011.
Menurut Andri, meski dengan dana terbatas, pihaknya berupaya mengabadikan tokoh Mamaos Cianjur seperti Aki Dadan dalam membuat dokumentasi tersebut. Selain itu DKC berupaya memelihara estafeta generasi Mamaos, seperti yang ditunjukkan malam itu yang menampilkan seniman Mamaos dari mulai anak-anak hingga dewasa.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Cianjur H. Himam Haris secara terpisah mengungkapkan, upaya melestarikan Mamaos Cianjuran hendaknya menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dengan segenap lapisan masyarakat.
"Ini harus menjadi tanggung jawab bersama. Paguyuban Pasundan dan Lembaga Kebudayaan Cianjur selama ini aktif mengadakan upaya pelestarian seni tradisi dan budaya khas Cianjur diantaranya Mamaos. Demikian juga yang dilakukan pemerintah daerah Cianjur, yang beberapa waktu lalu menggelarkan pasanggiri Mamaos untuk katagori anak, remaja dan dewasa. Hal ini yang paling penting adalah memberika wadah bagi para seniman sebab dikalangan masyarakat sudah jarang yang menampilkan Cianjuran misalnya dalam pesta nikah atau khitan, hal ini memprihatinkan sekali. Semestinya upaya para aktivis budaya dan pemerintah didukung pula oleh warga Cianjur salah satu dengan mengundang kembali seniman Cianjuran dalam pesta-pesta hajatan warga," kata Himam.
Acara yang menampilkan para seniman Mamaos yang telah berprestasi dari mulai tingkat anak-anak, remaja hingga dewasa tersebut dihadiri pula oleh dr. H. Suranto, MM Wakil Bupati Cianjur dari pasangan Cerdas yang beberapa waktu lalu unggul dalam pemungutan suara ke I dan PSU (Pemilihan Suara Ulang). Selain itu hadir pula Letjen TNI-AD (Purn) Iwan Sulanjana Mantan Pangliwa Kodam Siliwangi serta sejumlah pejabat dan para aktivis budaya dari DKC, LKC dan Paguyuban Pasundan, serta puluhan anak yatim dari Islamic Centre Cianjur.
"Acara seperti ini mudah-mudahan menjadi agenda tetap karena bertujuan mengingatkan kembali pentingnya upaya pelestarian seni tradisi khususnya Cianjuran yang sudah banyak ditinggalkan generasi muda, makanya acara ini dinamakan Hariring Panggeuing diantaranya dengan tampilnya seniman Mamaos usia anak dan remaja nantinya diharapkan dapat menarik simpati animo generasi muda untuk menekuni seni Mamaos Cianjuran, “ papar Anjar Nugraha Ketua Panitia yang juga Ketua Komite Cianjuran di Dewan Kesenian Cianjur.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya