berita2.com (Cianjur): Akibat hasil tangkapan ikan semakin menurun, para penangkap ikan atau nelayan kecil di sekitar waduk Cirata Jangari Cianjur, kini mulai beralih menangkap tutut atau keong. Hal itu dilakukan sebagai langkah alternatif lantaran pendapatan mereka semakin menurun akibat minimnya tangkapan ikan.
Kepala Bidang Perikanan Dinas Perikanan Peternakan dan Kelautan Kabupaten Cianjur, Achmad T Sofawie mengungkapkan, tutut merupakan salah satu alternatif yang diburu para nelayan kecil jika tangkapan ikan menurun.
"Kalau diibaratkan bisa seperti harta karun, karena disaat terjadi penurunan hasil tangkapan ikan, ada alternatif lain. Tutut menjadi sebuah nilai tambah bagi nelayan perekonomian kecil untuk menambah penghasilan mereka," katanya.
Berdasarkan data yang ada tren penangkapan tutut menjadi naik, kalau di rata-rata per harinya bisa mencapai 10 ton. Tidak hanya tren jumlah penangkapan yang mengalami kenaikan, harganya juga mengalami hal yang sama. Biasanya, harga tutu berada pada kisaran Rp. 600-700/kg. Saat ini naik menjadi Rp. 1.000/kg.
"Para nelayan kecil itu biasanya menangkap tutut di dipinggir-pinggir danau, saat air sedang surut. Mereka biasanya menangkap tutut menggunakan jaring hasil buatan sendiri. Setelah terkumpul lalu di sortir dan dibersihkan," kata Achmad.
Hasil tangkapn tutut tersebut, oleh para nelayan kecil biasanya di kirim ke beberapa wilayah di Jawa Barat, seperti Bandung, dan wilayah priangan timur. Bahkan ada diantaranya pengiriman dilakukan ke Jakarta, Cirebon, maupun Brebes, Jawa Tengah.
"
Beralihnya nelayan kecil saat tangkapan menurun dengan menangkap tutut ini sudah berjalan hampir 1 sampai dua tahun. Mereka menangkap tutut tidak asal tangkap, tapi tergantung besar kecilnya. Rata-rata yang ditangkap sekitar sebesar 1,4 inci. Kalau ukurannya lebih kecil biasanya lolos dari tangkapan jaring.baru ditangkap lagi," ujarnya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya