berita2.com(Subang, Jawa Barat): Setelah dilakukan pencarian selama lebih dari 30 jam akhirnya Iwan Santoso (16 tahun) siswa SMP Taman Dewasa Pamanukan Subang ditemukan di Kampung Babakan Desa Karangmulya Legonkulon sudah dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah Iwan pertama kali ditemukan oleh warga penarik perahu sekitar pukul 23.30, Jum'at malam Sabtu (18/2).
Menurut Tasana (48 tahun), orang tua korban mengatakan dirinya mendapatkan laporan penemuan dari warga bahwa jenazah putra bungsunya ditemukan dalam keadaan melayang pada posisi berdiri. Pertama kali nampak kepalanya. Dari kondisi jenazah tidak ada luka ataupun cedera hanya lebam mayat di bagian muka.
Korban Iwan hanyut ketika menyebrangi Kali Cipunagara usai bermain bola di Pamanukan Sebrang bersama 8 orang temannya pada Kamis sore (17/2). Ketika menyebrangi Kali Cipunagara, arus mendadak deras. 4 orang lainnya berhasil kembali lagi tidak melanjutkan penyebrangan. Sedangkan 3 orang lain berhasil menyebrangi namun Iwan tidak tertolong terbawa arus di Kampung Istal Mulyasari Pamanukan.
Untuk pencarian kepada korban pihak Dinas Kesehatan menurunkan perahu karet dan tim Tagana Legonkulon bersama Polsek Pamanukan melakukan pencarian dengan menyusuri Kali Cipunagara. Namun tidak membuahkan hasil. Sampai akhirnya jenazah ditemukan 1 km dari lokasi pertama kali hanyut. Iwan Santoso merupakan anak bungsu dari 4 bersaudara dan salah seorang siswa kelas VIII SMP di Taman Dewasa Pamanukan.
Tasana mengatakan dirinya pasrah atas kamatian putra bungsunya. Namun kesedihan tidak bisa disembunyikan dari raut wajahnya. Terutama Sang Ibu, Yoyoh (47 tahun). Jenazah Iwan oleh keduanya supaya tidak diambil gambarnya.
Menurut warga menyampaikan bahwa menyebrangi Kali Cipunagara hal yang biasa. Mungkin korban baru pertama kali berenang di Kali Cipunagara. Untuk itu warga mengharapkan adanya penyebrangan yang layak buat warga.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya