berita2.com (Cirebon, Jabar): Keberadaan anak yatim dan panti jompo terkadang luput dari perhatian mata kita. Namun berbeda dengan SD Negeri Karya Mulya I, Kota Cirebon, ditengah penyelenggaraan Maulid Nabi yang dilaksanakan, Sabtu (19/02), pihak sekolah pun membagikan semabko berupa jinjingan plastik yang bersisi beras, indomie, gula, minyak goreng, telur dan lainnya kepada para panti jompo dan anak yatim. Kegiatan ini diakui kerap dilakukan pihak sekolah hampir setiap tahunnya.
Kegiatan Maulid Nabi sendiri dihadiri tak kurang dari 200 siswa SD Negeri Karya Mulya I, bareng anak yatim piatu dan panti jompo di halaman sekolah setempat. Mereka tampak antusias saat mendengarkan tausyiah KH Jafar Shodiq, yang mengajak agar gemar bersodakoh, membaca al quran, sholat dan berdoa. sedang bagi para siswa mubaligh menekankan agar para siswa giat belajar dan beramal.
Drs Maksudi, Ketua Pantia Maulid Nabi menyebutkan, kegiatan bakti sosial hampir setiap tahunnya dilaksanakan di sekolah. “ini sudah menjadi program tahunan, dan setiap tahun pula kami bersodakoh melalui kegiatan bakti sosial, sasarannya adalah para panti jompo dan anak yatim piatu, mudah-mudahan pembagian sembako bersaman dengan momentum maulid nabi bisa mengurangi kesulitan mereka,” ujarnya.
Sementara menurut Kepala Sekolah SD Negeri Karya Mulya I, Kec. Kesambi, Kota Cirebon, Sri Hayati SPd, MM.Pd, kegiatan mualid nabi merupakan kegiatan rutinitas tahunan. Kegiatan ini sebagai pintu peghayatan dan pengamalan akhlakul karimah. Tujuannya adalah agar para siswa-siswi SDN Karya Mulya I bisa memaknai keteladanan Rosulullah dan memiliki budi pekerti yang luhur, cerdas dan berprestasi dalam pendidikan serta berakhlakul karimah.
Selain itu sasaran lainnya adalah para panti jompo dan anak yatim piatu. Dimana masih banyak disekitar sekolah yang perlu perhatian bersama. “mudah-mudahan kegiatan bakti sosial berupa pembagian sembako kepada para panti jompo dan anak yatim piatu bisa mengurangi kesulitan prekeonomian keluarga mereka dan ini adalah kegiatan bagi kasih sesama, karena mereka juga butu perhatian kita,” jelasnya.
Sementara itu, Tarni (71), wanita tua renta asal kampung Kayuwalang, berulang kali mengucapkan rasa syukurnya. Pasalnya, Tarni hidup digaris kemiskinan dan tak memiliki penghasilan tetap. Untuk kebutuhan sehari-harinya, Tarni selalu diberi para tetangganya. “saya ucapkan terimaksih buat sekolah yang sudah membantu kami melalui bantuan sembako, ini bisa buat makan beberapa hari,” ucapnya senang.
Hal senada juga disampaikan Minah (63) warga kandang perahu, karya mulya, Ia begitu senang saat menerima sembako yang berisi, beras, gula, indomie, minyak goreng, telur, teh dan lainnya. Menurut Minah, sembako ini hampir setiap harinya sulit didapat, selain harganya mahal juga Minah jarang memiliki uang. “terimakasih buat sekolah, mudah-mudahan Allah membalasnya dengan kebaikan yang setimpal,” ujarnya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya