berita2.com (Labuan Bajo): Harapan masyarakat Labuan Bajo, Kabupaten Manggara Barat, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk bisa menikmati listrik yang bisa nyala terus tanpa padam sepertinya masih jauh dari harapan. Buktinya, hingga kini Management PLT Ranting Labuan Bajo masih melakukan pemadaman begilir lantaran terjadinya gangguan kerusakan masin.
“Saat ini kita lakukan pemadaman bergilir karena ada gangguan mesin,”jelas Manager PLN Ranting Labuan Bajo, Imanuel Pranowo saat dikonfirmasi media ini, Selasa (24/08/2010).
Dijelaskan gangguan mesin yang disebut crank shaft pada mesin jenis SWD DRO 216 dengan daya 300 kw terjadi sejak akhir bulan Juli 2010 lalu hingga kini. Tidak hanya itu, dia juga mengatakan pihaknya juga sedang melakukan pemeliharaan satu unit mesin lagi sehingga dilakukan pemadaman ini. Dari total 7 unit mesin yang ada tinggal 5 unit yang masih efektif beroperasi.
Menyinggung tentang adanya subsidi dari pemerintah kabupaten Manggarai Barat terhadap pihak PLN untuk mengantisipasi pemadaman ini, Pranowo mengatakan pemerintah daerah hanya membantu PLN dengan memberikan penambahan 1 unit mesin dan masih beroperasi baik dan normal hingga sekarang tetapi pemerintah tidak memberi bantuan dalam bentuk suntikan dana. “Yang pemda bantu dalam bentuk mesin dan masih operasi baik dan normal,” tegasnya.
Menurut dia, kendati ada bantuan mesin tetapi belum cukup membantu mengatasi masalah pemadaman listrik di kota Labuan Bajo karena daftar tunggu pelanggan yang masih banyak apalagi tiap bulan bertambah terus.
Dari data yang dikantongi tercatat sebanyak 2060,3 kva diantaranya tarif rumah tangga sebanyak 768 pelanggan, tarif rumah tangga besar 2 pelanggan, tarif bisnis 21 pelanggan, tarif perhotelan 1 pelanggan, tarif lembaga-lembaga sosial 1 pelanggan, tarif pemerintah 1 pelanggan. Ini baru yang terdaftar di PLN yang masuk daftar tunggu belum masyarakat yang belum terdaftar, mungkin lebih banyak lagi.
Pranowo menambahkan saat ini pihak PLN Ranting Labuan Bajo sedang mengupayakan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Toro Karangan, desa Gorontalo, Kecamatan Komodo. Namun dia mengharapkan adanya kerjasama dengan pemerintah daerah untuk mensukseskan pembangunan ini. “Kami harapkan kerjsama dengan pemerintah daerah melalui pembangunan PLTU ini supaya bisa mengatasi kesulitan listrik di daerah ini,”harapnya.(hans)
































