berita2.com (Kupang): Puluhan imigran gelap asal Afghanistan yang sedang ditahan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kupang kabur setelah menjebol terali besi di kamar mandi Rudenim, Senin (23/8/2010) malam.
Kepala Rudenim Kupang I Gusti Ngurah Rai dan Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Dephukham NTT, Rindang Napitupulu, yang dikonfirmasi secara terpisah, Rabu (25/8), membenarkan kaburnya para imigran itu.
Dia mengatakan, para imigran yang kabur dari tahanan itu berhasil meloloskan diri melalui kamar mandi Rudenim.Terali besi di dalam kamar mandi dijebol.
Para imigran, kata dia, memanjat tembok kamar mandi setinggi tiga meter dengan menggunakan kain sepresi sebagai tali. Namun I Gusti Ngurah Rai mengaku tidak tahu bahwa jumlah WNA yang melarikan diri itu sebanyak 28 orang.
"Kita belum tahu persis berapa orang yang kabur dari ruang tahanan. Kita belum bisa memberikan informasi yang pasti tentang jumlah WNA yang melarikan diri," kata I Gusti Ngurah Rai.
Namun Ngurah Rai mengaku bahwa salah seorang WNA sempat dianiaya warga di Kelurahan Liliba karena dicurigai sebagai maling karena bersembunyi di antara rumah penduduk, berhasil dibekuk dan dikembalikan lagi ke ruang tahanan Rudenim Kupang.
"Memang salah satunya sudah kita amankan kembali di ruang tahanan Rudenim," kata Ngurah Rai.
Kepala Divisi Kemigrasian Kanwil Dephukham NTT, Rindang Napitupulu, yang dihubungi secara terpisah mengatakan, pihaknya sudah mendapat informasi lisan dari pihak Rudenim, namun tentang jumlah imigran yang berhasil melarikan diri itu belum diketahui secara pasti.
Dikatakannya, pihak Rudenim Kupang memang kewalahan mengawasai para imigran yang ditahan di tempat itu, karena jumlah petugas hanya 10 orang dan lima orang di antarannya adalah wanita. Sementara jumlah imigran yang ditahan mencapai ratusan orang.
"Sesuai laporan lisan dari Rudenim bahwa para imigran itu diduga melarikan diri Senin (23/8/2010) malam setelah menjebol terali di kamar mandi. Kita belum terima laporan tertulisnya," kata Rindang Napitupulu.
Menurut dia, pihaknya sudah meminta pihak kepolisian untuk mengusut kasus larinnya puluhan imigran itu, apakah ada keterlibatan orang dalam atau melarikan diri atas inisiatif para imigran itu sendiri.
Rindang Napitupulu mengatakan, pihaknya bersama Kepolisian akan mencari para imigran yang melarikan diri dengan menjaga pintu-pintu keluar dari Kupang. Pihaknya mengimbau masyarakat NTT untuk melaporkan kepada pihak berwajib apabila menemukan yang menampung para imigran gelap yang selama ini melarikan diri dari Rudenim.
"Karena hal ini menyangkut orang asing yang tidak memiliki izin tinggal, maka kita minta masyarakat melaporkan kepada pihak yang berwajib, karena orang yang menyembunyikan para imigran gelap dijerat dengan undang-undang kemigrasian sebagai bentuk tindakan pidana," tegasnya.
Beberapa pekan lalu sebanyak 44 orang imigran gelap yang juga ditahan di rumah tahanan imigrasi Kupang berhasil melarikan diri. Dari 44 orang itu, 22 orang di antaranya ditangkap dan 22 orang lainnya masih dalam pencarian pihak Imigrasi dan Kepolisian di Propinsi NTT. (Albertus)