Mataram, (berita2.com) : Persalinan di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, 15 persen masih ditolong dukun beranak terlatih, sedangkan 85 persen dibantu tenaga medis.
"Masih ada warga yang minta pertolongan dukun beranak terlatih meski di setiap kelurahan sudah ada bidan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr. IG. Lania, di Mataram, Rabu (3/3).
Ia mengatakan 15 persen persalinan yang ditolong dukun beranak terlatih itu jauh berkurang dibandingkan dua tahun lalu sekitar 30 persen, dan diperkirakan dalam beberapa tahun ke depan tidak ada lagi persalinan yang ditolong dukun terlatih.
Masyarakat yang minta bantuan persalinan dengan dukun beranak terlatih bukan karena tidak mampu membayar, apalagi sekarang proses melahirkan tidak dipungut biaya.
"Hal ini disebabkan warga lebih suka ditolong dukung beranak terlatih, bahkan ada warga yang punya tujuh anak semuanya dibantu dukun beranak terlatih," katanya.
Menurut dia dalam memberikan pertolong terhadap persalinan biasanya dukun beranak terlatih tetap bekerja sama dengan tenaga medis terutama jika persalinan itu berisiko tinggi.
Selain itu, kata dia, tradisi masyarakat Lombok jika melahirkan, setelah tali pusar putus, dilaksanakan acara "medak api" sekaligus memberikan nama kepada bayi.
"Dalam acara `medak api` ini peranan dukun cukup besar, ibu bayi mandi dengan santan kemudian diurut sambil membakar ampas kelapa," katanya.
Terkait beroperasinya Rumah Sakit Mataram (RSM), ia mengatakan akan sangat membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat termasuk persalinan karena di rumah sakit itu ada dokter spesialis kandungan.
Wali Kota Mataram H. Moh. Ruslan saat meresmikan pengoperasian RSM mengatakan tidak ada istilah pasien ditolak jika berobat ke rumah sakit ini karena fungsinya memang untuk melayani masyarakat.
"Kalau ada masyarakat yang datang berobat ke RSM baik mampu maupun tidak harus dilayani dulu, soal biaya dibicarakan kemudian," katanya.
RSM Mataram dibangun secara bertahap selama tiga tahun dengan biaya Rp56 miliar yang bersumber dari APBD Kota Mataram.(*un)