Denpasar, (berita2.com) - Bali-India Foundation segera membangun "Markandeya Yoga City", pusat yoga terbesar di Asia Tenggara, tahap pertama di atas lahan seluas 2,5 hektare yang dikembangkan hingga 15 hektare di Banjar Gunung Sari, Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng sekitar 80 km utara Denpasar.
"Peletakan batu pertama pembangunan fasilitas pendukung kegiatan yoga akan dilakukan Gubernur Bali Made Mangku Pastika bertepatan dengan pembukaan Internasional Bali-India Yoga Festival (IBIF) ke II, 4 Maret mendatang," kata Ketua Yayasan Bali-India Dr Somvir didampingi Ketua Panitia IBIF Prof Dr I Nyoman Sirta, SH di Denpasar Jumat.
Ia mengatakan, pusat yoga dengan sarana pendukung yang memadai termasuk tempat pemondokan (pasraman) dibangun secara bertahap, nantinya diharapkan merupakan terbesar di ASEAN, bahkan di dunia.
Kawasan "Yoga City" ke depan diharapkan menjadi sebuah tempat yoga untuk mengolah rasa, raga dan spiritual, sekaligus miniatur kecil pegunungan Himalaya yang ada di India.
Berbagai persiapan telah dilakukan menjelang beroperasinya pusat yoga tersebut, termasuk melatih guru-guru yoga ke India serta menjalin kerjasama dengan berbagai pihak di dalam dan luar negeri.
"Dalam tahun ini akan dilatih enam guru yoga sekaligus mendalami masalah pengobatan tradisional *ayurwddha ) ke India, di samping guru-guru yoga yang sudah berpengalaman luas di dunia internasional," ujar Dr Somvir.
"Markandeya Yoga City" dalam perkembangannya akan mengelola jenjang pendidikan mulai Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Umum (SMU) bernuansa yoga.
Lembaga pendidikan dalam berbagai jenjang itu juga menekankan pengobatan tradisional atau "ayurwedha" dan keterpaduan dengan pengobatan modern dengan memanfaatkan aneka jenis tanaman yang tumbuh dalam lingkungan sekitarnya.
Pembangunan Markandeya Yoga City tersebut akan dilakukan secara bertahap, termasuk perluasan lahan dengan merangkul swadaya dan peran serta masyarakat setempat.
"Yoga city sepenuhnya kegiatan sosial untuk mengabdikan diri pada sesama umat manusia," tutur Dr Somvir.
Mengawali kegiatan tersebut kini sudah ditanam ribuan pohon atau sekitar 50 jenis tanaman obat yang mempunyai khasiat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit yang diperoleh dari sejumlah daerah di Bali, Indonesia, termasuk yang didatangkan secara khusus dari India.