Mataram, (berita2.com): Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyanggupi permintaan Qatar yang akan memanfaatkan tenaga medis asal NTB untuk dipekerjakan di negara tersebut.
"Meski jumlah tenaga medis di NTB belum lebih, pemerintah provinsi sanggup memenuhi permintaan itu," kata Sekretaris Daerah (Sekda) NTB H. Abdul Malik, di Mataram, Kamis(25/02), usai pertemuan koordinasi dengan delegasi medis dari Qatar.
Delegasi medis dari Qatar itu dipimpin Direktur Eksekutif Al Meer Coop Qatar, Nabila Al Meer dibantu asisten direktur Wasiya.
Dalam kunjungannya ke NTB, delegasi Medis Qatar didampingi Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Profesi dan Tenaga Kesehatan Luar Negeri Kementerian Kesehatan RI Meinarwati beserta staf.
Malik mengakui delegasi medis Qatar belum menyebut jumlah dan kualifikasi tenaga medis yang dibutuhkan dari NTB karena mereka juga menawarkan hal serupa di provinsi lain di Indonesia.
Namun informasi tidak resmi yang diperoleh Pemprov NTB menyebutkan Qatar memerlukan sedikitnya 200 orang tenaga medis dari Indonesia setiap tahun.
"Sebanyak 200 orang tenaga medis asal Indonesia itu akan dikontrak paling sedikit dua tahun dan dapat diperpanjang dengan upah di atas Rp10 juta/bulan," katanya.
Menurut dia jumlah lulusan pendidikan jenjang Diploma III (D3) dari sejumlah perguruan tinggi bidang kesehatan di NTB setiap tahun mencapai 500 orang, berarti sebagian dapat dimanfaatkan tenaganya di Qatar.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) NTB H. Rosiyadi Sayuti mengatakan niat Qatar untuk mempekerjakan tenaga medis dari NTB cukup tinggi karena berbagai faktor.
Selain faktor agama, yakni sama-sama beragama Islam, juga karena ketertarikan negara tersebut terhadap budaya NTB.
"Itu sebabnya pihak terkait menyiapkan RSUD Selong di Lombok Timur sebagai rumah sakit yang akan dijadikan tempat pelatihan dan pemantapan tenaga medis asal NTB yang akan dipekerjakan di Qatar," ujarnya.(*ek)