Denpasar, (berita2.com): Bali berhasil mengekspor ikan hias sebanyak 2,82 juta ekor dan mampu menghasilkan devisa sebesar 930.743 dolar AS selama 2009.
Pengiriman hasil perikanan laut tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 13,5 juta ekor senilai 4,7 juta dolar AS, kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali Ir Gusti Putu Nuriarta di Denpasar, Rabu(24/02).
Ia mengatakan, menurunnya nilai ekspor matadagangan ikan hias tersebut akibat berbagai kendala, antara lain kesulitan nelayan menangkap ikan hias hidup akibat cuaca kurang menguntungkan.
Meskipun demikian masih sangat berpeluang untuk meningkatkan perolehan devisa hasil sub sektor perikanan tersebut dalam tahun 2010.
Gusti Nuriarta menambahkan, ikan hias yang ditangkap di peraiaran Bali, maupun daerah lainnya di Indonesia yang diekspor dari Bali menembus pasaran Jepang, Amerika Serikat dan Australia.
Perairan Bali sebenarnya cukup kaya terhadap keanekaragaman ikan hias yang berwarna-warni berkembang biak pada terumbu karang di dasar laut, maupun terumbu karang buatan pada sejumlah lokasi habitat ikan hias.
Gusti Nuriarta menambahkan, nelayan lokal dalam menangkap matadagangan bernilai ekonomis tinggi itu tetap memperhatikan kelestarian dan menghindari menggunakan bahan peledak.
Untuk itu penangkapan ikan dilakukan dengan menggunakan alat sederhana berupa jaring, sehingga hasil tangkapannya tidak begitu banyak, namun tetap lestari dan terjaganya kelangsungan terumbu karang sebagai tempat berkembang biaknya ikan hias.
Ekspor ikan hias merupakan salah satu dari 47 jenis matadagangan hasil perikanan dan kelautan yang mampu menembus pasaran mancaneara.
Bali mengekspior hasil perikanan dan kelautan senilai 125,2 juta dolar AS selama 2009, meningkat 22.9 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya 92,9 juta dolar AS, tutur Gusti Nuriarta.(*ek)