Mataram, (berita2.com): Sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Barat yang jumlahnya mencapai 544.607 unit mampu menyerap tenaga kerja sekitar 1,8 juta orang.
"Cukup tingginya serapan sektor UMKM terhadap tenaga kerja tidak terlepas dari besarnya perhatian pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah," kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB H. M. Nur Asikin Amin, di Mataram, Senin(22/02).
Ia menjelaskan sebanyak 544.607 unit UMKM tersebut terdiri atas usaha besar 414 unit atau 0,08 persen, usaha menengah 2.947 unit (0,54 persen), usaha kecil 62.399 unit (11,45 persen) dan usaha mikro 478.097 unit atau sebanyak 87,94 persen.
Jumlah UMKM pada 1996 sebanyak 314.220 unit atau selama sepuluh tahun UMKM di NTB mengalami peningkatan sebanyak 230.387 unit atau 73,33 persen.
Menurut dia pertumbuhan itu tidak terlepas dari kerja keras yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UMKM provinsi maupun kabupaten/kota, instansi terkait dan seluruh pemangku kepentingan.
"Dengan adanya pertumbuhan UMKM di NTB itu berdampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat," katanya.
Asikin mengatakan pihaknya akan terus berupaya mengembangkan UMKM menjadi sektor yang dapat mengatasi persoalan pengangguran yang jumlahnya semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Salah satu upaya tersebut adalah menciptakan sebanyak 100 ribu wirausaha baru dalam jangka waktu lima tahun terhitung mulai 2009 hingga 2013. Pada 2009 jumlah wirausaha baru yang berhasil dicetak sebanyak 7.373 orang atau 73,73 persen.
"Pada 2010 ini diharapkan dapat mencetak sebanyak 22.627 wirausaha baru dengan berbagai jenis usaha yang dinilai produktif dan potensial untuk menyerap tenaga kerja," ujarnya.
Sehubungan dengan pertambahan wirausaha baru tersebut pihaknya sudah melatih 5.583 orang atau 55,83 persen wirausaha baru dari target 10.000 pada 2009.
Dari jumlah tersebut diharapkan 50 persennya berhasil dan mampu membuka peluang kerja bagi orang lain.
Menurut dia wirausaha baru merupakan salah satu solusi mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di NTB karena dapat membuka lapangan kerja sendiri dan merekrut karyawan.
"Dengan adanya wirausaha baru akan mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitarnya, sehingga perekonomian NTB akan tumbuh dan berkembang lebih cepat," katanya.(*ek)