Mataram, (berita2.com): Badan Koordinasi Penyuluhan (Bakorluh) Nusa Tenggara Barat akan membentuk "cyber extention" atau program pemanfaatan teknologi informasi internet untuk membantu para petani mengetahui informasi teknologi dan harga produk pertanian.
Sekretaris Bakorluh NTB Dr. Mashur, di Mataram, Rabu(17/02), mengatakan program "cyber extention" tersebut merupakan salah satu metode untuk menyalurkan informasi kepada para penyuluh dan petani melalui dunia maya atau media internet terkait informasi pasar, harga dan teknologi baru di bidang pertanian.
"Itu program terobosan pada 2010. Upaya itu untuk mendukung terwujudnya program komoditas unggulan daerah seperti bumi sejuta sapi, jagung dan rumput laut," ujarnya.
Ia mengatakan untuk tahap awal program tersebut akan diujicobakan di empat kabupaten/kota di NTB, yakni Kota Mataram, Kabupaten Lombok Timur, Sumbawa Barat dan Bima.
Kota Mataram menjadi salah satu daerah model karena dinilai sebagai wilayah pasar komoditas pertanian di NTB, sedangkan tiga kabupaten lainnya merupakan sentra produksi komoditas unggulan.
Menurut dia pada masing-masing wilayah akan diambil satu balai penyuluh pertanian (BPP) yang ada di tingkat kecamatan untuk dijadikan sebagai BPP model pusat informasi pertanian.
"Karena ini sifatnya masih dalam tahap uji coba, kami akan kembangkan dulu di satu BPP di setiap kabupaten/kota yang sudah ditentukan menjadi daerah percontohan," katanya.
Mashur menambahkan perangkat yang digunakan untuk menunjang operasional program "cyber extention" berupa komputer lengkap dengan modem dan jaringan telepon untuk mengakses berbagai informasi setiap saat.
Perangkat elektronik tersebut merupakan bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian. Masing-masing kabupaten/kota akan diberikan satu unit perangkat komputer yang akan dioperasikan oleh tenaga penyuluh yang sudah diberikan pelatihan.
"Selain dibantu perangkatnya, pemerintah pusat juga akan melatih tenaga penyuluh dari setiap BPP yang dipilih sebagai pusat informasi pertanian. Nanti penyuluh yang sudah dilatih itu akan mentransfer ilmu ke penyuluh lainnya termasuk kepada para petani," ujarnya.
Ia mengatakan program "cyber extention" tersebut dijadwalkan akan beroperasi mulai April dan paling lambat Mei 2010, untuk itu dalam waktu dekat masing-masing kabupaten/kota harus sudah memilih satu orang penyuluh yang dinilai memiliki kompetensi untuk mengikuti pelatihan sebagai operator "cyber extention".
Menurut dia melalui program itu para penyuluh dan petani di tingkat desa dan kecamatan bisa lebih mudah mengakses informasi tentang perkembangan harga produk pertanian yang berlaku maupun perkembangan teknologi pertanian, perikanan, kehutanan dan perkebunan.
"Ini sangat bermanfaat membantu para petani menjual hasil produksinya, dan program ini akan digandengkan dengan PT iPasar yang sudah membuka bursa lelang komoditas pertanian melalui media internet di NTB," ujarnya.(*ek)


















