"Mereka tertangkap di Surabaya dan sekitarnya," katanya di Jakarta, Rabu (3/2)
Namun Edward mengaku belum akan menyebutkan nama ataupun inisial keempat tersangka yang tertangkap itu karena keterangannya masih akan dipakai untuk menangkap tersangka lain yang masih kabur.
"Hari ini saya baru bisa mengatakan bahwa jumlah yang tertangkap empat orang. Informasi lain, akan menyusul besok," ujarnya.
Dengan begitu, Polri telah menangkap tujuh tersangka kasus pembobolan ATM di Bali karena pekan lalu, Polri telah menangkap tiga tersangka.
Dari tangan keempat tersangka, Polri menyita barang bukti antara lain sejumlah kartu ATM tanpa identitas bank namun berisi data-data nasabah bank, laptop, kamera dan uang tunai.
Polisi masih memeriksa barang bukti itu karena diduga ada data-data nasabah yang telah menjadi korban pembobolan maupun yang akan menjadi sasaran berikutnya.
Dari data yang ada, polisi menduga mereka telah menyiapkan aksi terutama saat-saat dimana nasabah menyimpan uang dalam jumlah besar.
Di antara tersangka, seorang tersangka yang tertangkap di Surabaya diduga sebagai salah satu otaknya dengan memainkan peranan penting dalam jaringan kejahatan itu.
Dari penangkapan empat tersangka itu, polisi menemukan satu tersangka lagi yang kini masih buron yang bertugas sebagai orang yang membagi hasil kejahatan.
Kini, Polri mengaku telah menahan 37 tersangka kasus pembobolan ATM di Indonesia.
Untuk membahas keamanan ATM itu, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Pol Ito Sumardi dan Wakil Presiden Direktur PT Bank Centra Asia (BCA) Yahya Setia Atmaja bertemu di Mabes Polri.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Edward Aritonang mengatakan, pertemuan itu akan dilanjutkan dengan pertemuan-pertemuan berikutnya agar dana nasabah tidak bisa dibobol.
Dalam pertemuan itu, Polri menawarkan teknologi yang dimiliki Polri yakni sistem sidik jari untuk diaplikasikan oleh BCA sehingga setiap transaksi ATM akan menggunakan sidik jari nasabah.
"Sidik jari yang dimaksud bukan sidik jari biasa tapi sidik jari yang dialiri darah. Kalau sidik jari biasa tetap bisa dibobol karena bisa jadi sidik jari dengan tinta yang ada di kertas akan bisa dipakai untuk membobol. Polri menawarkan sidik jari yang berasal dari jari yang dialiri darah,"ujarnya.
Dalam pertemuan itu, baik Polri dan BCA berkomitmen untuk mencegah pembobolan ATM termasuk mendeteksi setiap modus yang terus berkembang.
Ia mengatakan, jika sistem bank aman dan tidak bobol maka kepercayaan masyarakat akan terjadi sehingga nasabah akan mendapatkan jaminan keamanan dana yang disimpan di bank. (*RHJ)
Polri Tangkap Pembobol ATM Di Bali
Jakarta, (berita2.com) : Polri, Selasa malam (2/2) menangkap empat tersangka kasus pembobolan anjungan tunai mandiri (ATM) yang berada di Bali, kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Edward Aritonang.


















